Pilkada Bandar Lampung 2020
2 TPS di Bandar Lampung Usung Konsep Ulang Tahun, Dihiasi Balon, Foto Booth hingga Jamu Gratis
Ada hiasan balon dan kertas krep warna warni yang dipasang di beberapa titik tarup.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Beragam cara dilakukan agar warga bersedia datang ke TPS untuk mencoblos.
Salah satunya dengan membuat TPS menjadi unik dan semenarik mungkin.
Seperti yang terjadi di TPS 03 Sawah Brebes.
TPS ini tampak unik, karena dibuat layaknya tempat perayaan ulang tahun.
Ada hiasan balon dan kertas krep warna warni yang dipasang di beberapa titik tarup.
Lalu warna kain yang ada disebelah kanan dan kiri tarup menggunakan warna kuning, dan ada empat buah bendera warna warni seperti biru, pink, dan sebagainya, yang merupakan warna-warna cerah yang biasanya ada di perayaan ulang tahun.
Baca juga: TPS Unik di Pilkada Bandar Lampung 2020, Petugas TPS 06 Palapa Kenakan Pakaian Adat
Baca juga: Pilkada Bandar Lampung 2020, Gubernur Arinal Mencoblos di Rumah Dinas karena Kesehatan Menurun
Baca juga: Chord Gitar Lagu Pelukan Yang Salah Singgah, Lirik Lagu Pelukan Yang Salah
Salah satu anggota KPPS yang ada di TPS 03 Sawah Brebes Ahmad Jaelani mengatakan, TPS 03 Sawah Brebes sudah didekorasi seperti perayaan ulang tahun malam hari sebelum hari pencoblosan.
Kalau persiapan dekorasinya sudah mulai dikumpulkan sejak H-3 pencoblosan.
Ahmad Jaelani mengatakan, sengaja TPS 03 Sawah Brebes didekorasi seperti perayaan ulang tahun agar TPS 03 Sawah Brebes tampak unik dan menarik, sehingga banyak warga yang tertarik untuk datang mencoblos dan tidak golput.
"Ide dekorasinya sendiri datang spontan. Setelah ide muncul, langsung kami wujudkan ide itu dengan membeli perlengkapan dekorasi," urai Ahmad Jaelani.
Selain didekorasi seperti perayaan ulang tahun, disini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti pengukuran suhu tubuh, serta disediakan tempat mencuci tangan, hand sanitizer, masker, dan cuci tangan.
Disini juga diterapkan jaga jarak.
Agar jaga jarak berhasil, maka warga datangnya sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.
Jadi mereka tidak datang bersamaan.