Bandar Lampung

Belajar Daring Diperpanjang, Sukarma Minta Peran Orangtua Membimbing Anak dari Rumah

Satu-satunya jalan menurutnya adalah orangtua harus ikut andil membelajarkan itu kepada anak (calistung atau baca, tulis dan hitung).

Tribunlampung.co.id/Soma
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Bandar Lampung Sukarma Wijaya. Belajar Daring Diperpanjang, Sukarma Minta Peran Orangtua Membimbing Anak dari Rumah 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) meminta semua pihak bisa bekerja sama untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa melalui sistem dalam jaringan (daring).

Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Bandar Lampung Sukarma Wijaya mengatakan, mengenai persoalan pembelajaran pada anak usia sekolah dasar terutama kelas 1 yang masih kesulitan dalam membaca dan menulis, dalam kondisi dan situasi Covid-19 dia meminta peran orangtua di rumah lebih diintensifkan.

"Kalau persoalan mereka belum bisa membaca atau menulis, semua itu kan belajar masalah teknik membaca dan menulis. Dalam kondisi kondisi situasi seperti ini, apapun persoalan (belajar daring) tidak bisa dibenarkan (melaksanakan) belajar tatap muka," ungkap Sukarma dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Sabtu (2/12/2020).

Satu-satunya jalan menurutnya adalah orangtua harus ikut andil membelajarkan itu kepada anak (calistung atau baca, tulis dan hitung).

Baca juga: Masih Zona Merah Covid, KBM Tatap Muka di Bandar Lampung Ditunda hingga 4 April 2020

Baca juga: Metro Zona Merah Covid-19, Disdikbud Tinjau KBM Tatap Muka

"Melalui daring orangtua bersama guru yang membimbing. Tetap tidak ada belajar tatap muka selagi zona kita belum hijau," paparnya.

Dia meminta semua bisa mengoptimalkan pembelajaran karena situasi menuntut itu.

"Jangan berdalih apa-apa pokoknya dalihnya hanya satu, karena covid," tambah dia.

Ia tak menampik jika berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sudah berjalan satu semester lalu secara daring akibat pandemi Covid-19, dirinya mengakui mengalami berbagai kendala.

Termasuk jaringan internet yang bermasalah, siswa yang tidak optimal mengerjakan tugas dari guru, dan lainnya.

"Sudah kita laksanakan dengan situasi kondisi anak sekolah daring ya mau apa juga apa adanya seperti itu hasilnya," urai dia.

Baca juga: Beredar Video di WhatsApp Pasien Covid-19 hanya Beralaskan Tikar di GSG Unila

Baca juga: Ayesha Bakery Juar Roti Harga Rp 5 Ribuan, Rotinya Selalu Fresh

Namun begitu sesuai kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sendiri, terusnya, tidak boleh ada yang sampai tinggal kelas.

"Itu sudah kebijakan pemerintah, nasional. Jadi kita ikuti, kita patuhi. Persoalan ada yang tugas tidak tercapai nilai kosong tetap tidak ada yang tinggal kelas, akan ada tugas susulan dan sebagainya," jelas Sukarma.

Mengenai upaya agar pembelajaran daring ke depan bisa lebih efektif, dia meminta pengawasan orangtua lebih dioptimalkan. 

"Terkait misal kendala signal yang tidak bagus, tetap ada kebijakan dari guru, ada tugas yang diberikan untuk memenuhi nilai yang dibutuhkan," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved