Lifestyle
Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Usai, Banyak Orang Alami Depresi
Depresi adalah sebuah gangguan perasaan, dan moodnya mengalami penurunan.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Kalau depresi dibiarkan, depresinya bisa menjadi berat.
Gejala depresi berat misalnya mulai mengalami kesulitan, tidak mau makan, tidak mau melakukan interaksi dengan siapapun, tidak mau bekerja, gampang lelah, maunya tidur terus, dan mengurung diri.
"Bahkan orang yang depresinya berat, bisa melakukan bunuh diri. Itu sebabnya kalau mendengar atau melihat kasus bunuh diri, kebanyakan karena depresi," kata Octa Reni.
Agar bunuh diri tidak terjadi, orang disekitarnya harus bisa melihat tingkah lakunya.
Misalnya dia sudah tidak ada lagi kemauan untuk hidup, ingin pergi, ingin menghilang, dan sebagainya.
Biasanya metode yang paling banyak dilakukan ketika bunuh diri adalah dengan memotong nadi, gantung diri, menyemprotkan baygon ke wajah.
Untuk itu sebaiknya jauhkan benda apapun yang bisa membuatnya bunuh diri.
"Lalu bawa ke psikiater, karena dia juga butuh pengobatan secara medis. Saya sendiri kalau menemukan ada yang mengalami depresi berat, apalagi sampai mengarah ingin bunuh diri, pasti saya minta ke psikiater dulu," kata Octa Reni.
Kalau dia sudah lebih tenang, dan kondisinya sudah baik-baik saja, baru bawa dia ke psikolog agar bisa dibantu mengelola mentalnya, merubah cara pandang dia dan cara dia menjalani hidup agar kualitas hidup dia menjadi lebih baik.
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)