Kasus Corona di Lampung

Kasus Covid-19 Lampung Tembus 9.000, Dokter dan Perawat Banyak Terinfeksi Virus Corona

Kasus positif Covid-19 di Lampung semakin mengkhawatirkan. Hingga Minggu (24/1/2021), kasus Covid ini telah menembus angka 9.000 lebih.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Kasus positif Covid-19 di Lampung semakin mengkhawatirkan. Hingga Minggu (24/1/2021), kasus Covid ini telah menembus angka 9.000 lebih. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Selain itu melakukan pemeriksaan dan menemukan kasus, untuk selanjutnya dilakukan penanganan sesuai dengan kasus-kasus yang ditemukan.

Ia juga meminta agar Satgas Covid melarang atau membatasi kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan, mendata kembali para pelaku perjalanan, khususnya dari zona merah atau dari daerah dengan transmisi lokal.

Juru Bicara Penanganan Covid Lampung dr Reihana yang juga Kepala Dinas Kesehatan Lampung meminta masyarakat tidak kendor melakukan protokol kesehatan. Apalagi saat ini sudah 8 daerah berzona merah Covid.

259 Perawat

Bukan cuma dokter saja yang banyak terpapar Covid. Menurut Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung Dedi Afrizal, ada 259 perawat di Provinsi Lampung yang terpapar Covid-19 sejak pandemi berlangsung hingga Januari 2021.

Dari jumlah itu, dua orang di antaranya meninggal dunia.

"Kita kehilangan 2 orang perawat. Mereka berasal dari Bandar Lampung dan Lampung Tengah. Kalau totalnya perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 259 orang," kata Dedi yang juga mantan ketua DPRD Lampung ini.

Dedi menjelaskan, sejak Maret hingga Desember 2020, terdapat 160 perawat yang terpapar Covid.

Sementara sepanjang Januari 2021 ini ada 99 perawat yang terinfeksi Covid.

"Perawat yang terinfeksi Covid ini tersebar di 12 kabupaten/kota. Paling banyak di Bandar Lampung 145 perawat. Hanya 3 daerah saja yang tidak ada kasus perawat terinfeksi Covid. Yakni di Lamtim, Pesbar dan Tanggamus," bebernya.

Dedi mengatakan, hingga tahun 2021 ini belum melihat tanda-tanda Covid akan berakhir.

Untuk itu, pihaknya beberapa waktu lalu telah melakukan rapat evaluasi program 2020.

Adapun rekomendasi internal PPNI Lampung bahwa seluruh anggota agar tetap mematuhi prokes pencegahan Covid.

Menginstruksikan kepada DPD PPNI kabupaten/kota se Provinsi Lampung untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan vaksinasi.Mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

Rekomendasi eksternal PPNI Lampung untuk pemerintah atau pimpinan institusi pelayanan yakni agar tetap memperhatikan dan memenuhi kebutuhan APD, membina dan mengawasi serta menjaga keselamatan perawat dalam menjalankan tugas pelayanan keperawatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved