Breaking News:

UMKM Lampung

Warga Tejoagung Kota Metro Kembangkan Madu Klanceng, Imbas Pandemi Covid-19

Berawal dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, satu kampung di Tejoagung, Kota Metro, mulai membudidaya madu klanceng dan sayur-sayuran.

Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Warga di Tejoagung, Kota Metro, saat menunjukkan proses budidaya madu klanceng, Rabu (24/2/2021). Berawal dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, satu kampung di Tejoagung, Kota Metro, mulai membudidaya madu klanceng dan sayur-sayuran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Berawal dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, satu kampung di Tejoagung, Kota Metro, mulai membudidaya madu klanceng dan sayur-sayuran.

Ketua RW 08 Kelurahan Tejoagung Heny Kusumawati mengatakan, madu klanceng mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yang lumayan tinggi.

Sehingga, pihaknya bersepakat mengembangkan budidaya untuk membantu ekonomi warga.

"Ini sudah kami mulai sejak tahun lalu, pas pandemi Covid-19."

Baca juga: Kecelakaan Akibat Lubang Renggut Nyawa Pelajar di Metro

Baca juga: Keluarga Korban Kecelakaan di Metro Dapat Firasat

"Nah, sebagian dari penjualan itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terpapar dan melakuan isolasi mandiri," tutur Heny Kusumawati, Rabu (24/2/2021).

Saat ini, Kampung Tangguh Mandiri Tejoagung telah membuat tim pemasaran online melalui media sosial dan grup-grup WhatsApp.

Adapun satu botol ukuran 250 ml dijual seharga Rp 150.000.

Hingga saat ini, penjualan madu klanceng Tejoagung sudah sampai ke luar kota, yakni Yogyakarta, Jakarta, dan Klaten.

Selain membudidayakan lebah klanceng, pihaknya juga mengembangkan sayuran di wilayah sekitar.

Di mana hasilnya akan dibagi-bagi kepada warga.

Baca juga: LSP UM Metro Gelar Training Mechanical Electrical Plumbing

Baca juga: Lapas Kelas IIA Kota Metro Komitmen Wujudkan Zona Integritas menuju WBK

Penasehat Kampung Tangguh Mandiri Tejoagung Bowo Sutrisno mengaku, pada masa pandemi Covid-19 perlu penanganan ekstra dalam penanganan pasien maupun menstabilkan ekonomi warga. 

"Terutama masalah ekonomi ya. Mudah-mudahan dengan kegiatan bersama ini dapat membantu baik masyarakat maupun pemerintah juga," beber Bowo Sutrisno.

Ke depan, pihaknya berencana untuk meningkatkan hasil panen madu klanceng dan menggandeng perusahaan yang berminat untuk bekerja sama sebagai supplier.

"Kami baru membangun. Cita-cita tentu bisa punya brand, tapi terdekat ini mungkin kami supplier dulu," tuntas Bowo Sutrisno.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved