Breaking News:

Lampung Timur

Pemkab dan Pengusaha Tapioka di Lampung Timur Sepakati Harga Singkong Rp 900 per Kg

Keputusan dalam Rapat tersebut, yakni Pemkab beserta pengusaha industri tapioka menyepakati harga pembelian ubi kayu minimal sebesar Rp 900 per kg.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Yogi
Audiensi Pemkab Lampung Timur bersama 17 Perusahaan Tapioka di Lampung Timur, di Ruang Rapat Kantor Bupati Lampung Timur, Jumat (26/3/2021). Pemkab dan Pengusaha Tapioka di Lampung Timur Sepakati Harga Singkong Rp 900 per Kg 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR - Pemkab Lampung Timur menggelar rapat bersama 17 Perusahaan Tapioka di Lampung Timur di Ruang Rapat Kantor Bupati Lampung Timur, Jumat (26/3/2021). 

Bupati Lampung Timur, diwakili oleh Wakil Bupati, Azwar Hadi memimpin audiensi dengan didampingi jajaran OPD di Lampung Timur. 

Audiensi ini, membahas tentang permintaan Pemkab Lampung Timur dengan 17 pengusaha terkait dengan kenaikan harga singkong di Kabupaten Lampung Timur. 

Menurut Staf Ahli Bupati, Bidang Kemasyarakatan dan SDM Yusuf HR, rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat yang diselenggarakan oleh provinsi. 

Baca juga: Pemprov Lampung Sepakat Harga Singkong Rp 900 per Kg dari Petani

Baca juga: Deal, Harga Singkong di Lampung Tengah Rp 900 per Kg

"Kita menyepakati harga ubi kayu (singkong) dan kami tadi meminta kepada 10 dari 15 pengusaha, dengan standar minimum Rp 900/kilo dengan ketetapan patinya 15 sampai 20 persen," ujarnya. 

Lanjutnya, untuk antisipasi turunnya harga lagi, tetap berpedoman dengan hasil rapat hari ini. 

"Berita acaranya tidak hanya berlaku sekarang, selagi tidak ada perubahan akan tetap merujuk pada berita acara ini. Untuk harga dan potong pati itu sendiri berlaku sejak hari ini se-Kabupaten Lampung Timur," tambahnya.

Keputusan dalam Rapat tersebut, yakni Pemkab beserta pengusaha industri tapioka menyepakati harga pembelian ubi kayu minimal sebesar Rp 900 per kilogram dari petani di Kabupaten Lampung Timur, dengan refraksi maksimal potongan 20 persen. 

Untuk menyikapi masyarakat yang menjual dengan melakukan kecurangan, Yusuf mengatakan agar tidak menerima. 

"Simpel saja, kalau ada masyarakat yang nakal dengan melakukan kecurangan dalam menjual, ya jangan diterima," tutupnya. 

( Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi )

Baca berita Lampung Timur lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved