Pringsewu
Pelajar di Pringsewu Nekat Gantung Diri, Jasadnya Ditemukan Kakak Kandung
AP (17), seorang pelajar di Kabupaten Pringsewu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - AP (17), seorang pelajar di Kabupaten Pringsewu, nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.
Jasadnya ditemukan kakak kandung, N (23), di belakang rumahnya di Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri mengungkapkan, AP ditemukan dalam posisi duduk tersandar di batang pohon jambu, Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 05.15 WIB.
"Ketika ditemukan, saksi melihat di leher korban terdapat seutas tali tambang dan bekas jeratan," ujar Atang, mewakili Kapolres AKBP Hamid Andri Soemantri.
Baca juga: Pria Tewas Gantung Diri di Lampung Utara, Rojali Dikenal Sosok Pendiam, Hidup Sendirian di Rumah
Baca juga: Diduga Depresi, Kakek 76 Tahun di Pringsewu Tewas Gantung Diri di Pohon Mangga
Atang menuturkan, ketika petugas datang ke TKP, korban sudah dievakuasi oleh keluarga dan warga.
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan seutas tali tambang yang terikat di dahan pohon jambu.
Diduga, tali tersebut dipergunakan korban untuk gantung diri.
“Korban diduga melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas tali tambang warna merah yang diikatkan pada dahan pohon jambu setinggi 4,3 meter," ungkapnya.
Diperkirakan, tali tambang yang sudah usang tidak mampu menahan beban tubuh korban lalu terputus di bagian tengahnya, sehingga korban terjatuh.
Namun, kata Atang, motif korban melakukan bunuh diri belum diketahui.
Menurut keluarga dan teman-temannya, AP tidak pernah menceritakan adanya masalah apa pun.
Sebab, AP dikenal sebagai pribadi yang tertutup.
Atang mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh AP oleh tim inafis dan Puskesmas Rejosari, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban.
Keluarga korban pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Jenazahnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )