Breaking News:

Pencabulan di Lampung Tengah

Ayah Nodai Putri Kandung di Lampung Tengah Ditangkap saat Mau Kabur ke Jawa

Polsek Seputih Raman menangkap AH karena merudapaksa putri kandungnya sendiri. AH ditangkap Sabtu (22/5/2021) di Kecamatan Tanjung Bintang.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi pencabulan. Polsek Seputih Raman menangkap AH karena merudapaksa putri kandungnya sendiri. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Polsek Seputih Raman menangkap AH karena merudapaksa putri kandungnya sendiri.

AH ditangkap Sabtu (22/5/2021) sekitar pukul 13.00 WIB di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Seputih Raman Iptu Chandra Dinata mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan, saat akan ditangkap, AH berencana menyeberang ke Pulau Jawa.

"Saat kami tangkap, pelaku sedang naik ojek dan akan berangkat ke Pelabuhan Bakauheni. Dia rencananya mau pergi ke Jawa," terang Iptu Chandra Dinata, Minggu (23/5/2021).

Setelah diamankan di Lampung Selatan, AH kemudian dibawa ke Mapolsek Seputih Raman guna penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: BREAKING NEWS Seorang Ayah di Seputih Raman Lampung Tengah Nodai Putri Kandungnya

"Pelaku dilaporkan nenek korban atau mertuanya sendiri atas dasar dugaan kasus persetubuhan terhadap anak perempuannya," terang Kapolsek.

Pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari korban, saksi, dan melakukan oleh tempat kejadian perkara.

Pelaku AH disangkakan tuduhan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur (UU Perlindungan Anak), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat 3 Perpu 1 Tahun 2016 Jo Pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014.

Bukannya menjadi panutan, seorang ayah kandung di Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah justru tega menodai anak perempuannya sendiri selama satu tahun terakhir.

Baca juga: Bocah Perempuan di Seputih Raman Lampung Tengah Dirudapaksa Ayah Kandung Selama Setahun

Kasus inses antara ayah dan anak perempuan itu terungkap setelah korban melapor kepada sang nenek. 

Keterangan sang nenek N (47), cucunya C (15) melaporkan perbuatan ayah kandungnya karena tak kuat akan tekanan dan ancaman ayahnya.

N menjelaskan, setiap kali melakukan perbuatan bejatnya, pelaku berinisial AH (35) mengancam menyiksa korban apabila memberi tahu orang lain.

"Cucu saya diancam akan disiksa atau dipukul kalau melapor kepada orang lain. Cucu saya ketakutan sehingga melapor kepada saya," terang N, Minggu (23/5/2021).

Mengetahui perbuatan bejat sang menantu, N kemudian memilih untuk melapor kepada pihak kepolisian Polsek Seputih Raman.

"Saya gak mau anak saya tertekan dan ketakutan dan masa depannya hancur karena perbuatan bapaknya sendiri. Untuk itu perbuatan tersebut saya lapor ke pihak kepolisian," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved