Breaking News:

Korban Tenggelam di Pantai Ketang

Sudah Banyak Kasus Orang Tenggelam di Sepanjang Pantai Ketang, Tahun Ini Telan 1 Korban Jiwa

Sudah banyak kasus orang tenggelam di sepanjang Laut Ketang, tahun ini sudah menelan 1 korban jiwa.

Tribunlampung.co.id/Domi
Kabid Damkar Rully Fikriansyah. Sudah Banyak Kasus Orang Tenggelam di Sepanjang Pantai Ketang, Tahun Ini Telan 1 Korban Jiwa 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Sudah banyak kasus orang tenggelam di sepanjang Laut Ketang, tahun ini sudah menelan 1 korban jiwa.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Rully Fikriansyah.

"Sudah banyak peristiwa orang tenggelam di sepanjang Laut Ketang ini. Tahun ini saja sudah menelan 1 korban jiwa bernama Dwi Santoso (16) merupakan warga Palas Jaya," kata Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Rully Fikriansyah, Selasa (1/6/2021).

"Memang di sepanjang pantai ini ombak-ombaknya tinggi-tinggi mas. Makanya dilarang mandi atau berenang di pantai-pantai disekitaran sini," kata Rully.

Rully menjelaskan korban dan 8 temannya rencananya mandi atau berenang di Pantai Kedua Warna, karena di pantai tersebut tidak diperbolehkan berenang korban dan 8 temannya pindah dari pantai tersebut.

"Korban dan 8 temannya pindah ke pantai yang bernama Pantai Batu Rame. Sebagian teman korban bermain di tepi pantai. Korban dan satu temannya mandi atau berenang agak ketengah," kata Rully.

Baca juga: Beberapa Pantai di Sepanjang Laut Ketang Dilarang untuk Berenang

"Lalu korban dan temannya ini keseret ombak hingga ke tengah pantai, kurang lebih kedalamannya 20 meter. Satu teman korban ini berhasil selamat, namun korban dinyatakan hilang. Setelah dilakukan pencarian selama sehari penuh akhirnya korban ditemukan 100 meter dari lokasi tenggelamnya korban dalam kondisi meninggal dunia," sambungnya.

Rully berharap untuk pengelola pantai untuk memberikan plang atau rambu-rambu peringatan. 

"Saya juga berharap untuk pengelola pantai untuk menaruh penjaga pantai untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak kita inginkan," kata Rully.

"Dan untuk masyarakat saya mengimbau untuk tidak mandi atau berenang di pantai yang belum ada pengelola pantainya atau tidak ada penjaga pantainya. Karena lebih beresiko," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Penulis: Dominius Desmantri Barus
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved