Breaking News:

Pringsewu

2 Tahun Tak Beli Gas, Warga Pringsewu Ini Manfaatkan Kotoran Sapi untuk Masak

Warga Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ini sekarang memanfaatkan kotoran sapi untuk dijadikan biogas.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Robertus Didik
Nurwidik memeragakan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Selama kurang lebih dua tahun, keluarga pasangan Nurwidik (37) dan Nurul Fatimah (35) tidak lagi membeli gas elpiji.

Warga Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ini sekarang memanfaatkan kotoran sapi untuk dijadikan biogas.

Kotoran sapi melalui ruang kedap udara yang ditanam di tanah dapat menghasilkan biogas untuk kebutuhan memasak.

Nurwidik memelihara sapi sudah sejak kecil, tepatnya saat menginjak bangku sekolah dasar (SD).

Baca juga: Cerita Peternak Sapi di Kedaung Bandar Lampung Olah Kotoran Jadi Biogas

Ia pun mendapat ilmu untuk memanfaatkan kotoran hewan ternak setelah bertemu Sri Ismiyati Damayanti, dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung.

Keluarga Nurwidik menjadi salah satu yang mendapat pendampingan dalam pembangunan digester biogas.

Sri melakukan pendampingan pemberdayaan masyarakat di bidang biogas dan bioslurry di Pekon Kediri sejak 2014 silam.

Sampai saat ini, menurut dia, sudah ada 18 warga Pekon Kediri yang memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan biogas.

Selain menghasilkan gas untuk memasak, kotoran hewan sapi juga bisa dipakai mengaliri listrik untuk lampu.

Baca juga: Agen Elpiji di Tanggamus kini Bisa Isi Ulang Gas di SPPBE Pugung

Anwar Sani (41), salah satu pionir biogas di Pekon Kediri, mengatakan, ternak sapi dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama pembelian gas untuk memasak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved