Breaking News:

Kasus Suap Lampung Selatan

Syahroni Dianggap Tidak Dukung Program Bersih KKN

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengungkapkan beberapa hal yang memberatkan terdakwa Syahroni.

Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Joviter Muhammad
Syahroni Dianggap Tidak Dukung Program Bersih KKN 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengungkapkan beberapa hal yang memberatkan terdakwa Syahroni.

Ketua Majelis Hakim Efiyanto menyatakan hal yang menjadi pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Syahroni.

Adapun yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. 

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa Syahroni telah mengabdi pada negara selama 25  tahun.

"Terdakwa selaku pelaku yang bekerjasama atau Justice Collaborator, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga," kata Efiyanto.

Sama dengan terdakwa Hermansyah Hamidi, vonis yang dijatuhkan Majelis kepada terdakwa Syahroni tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU KPK.

JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp 303,6 juta subsider 6 bulan penjara.

Dengan vonis tersebut, terdakwa Syahroni menerima putusan yang dibacakan majelis hakim. "Saya terima yang mulia," kata Syahroni.

Baca juga: Kasus Suap Lamsel, Terdakwa Syahroni Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan tersebut belum inkrah meski sudah diterima oleh terdakwa. Pasalnya JPU masih pikir pikir atas vonis majelis hakim.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho menyatakan bakal melaporkan terlebih dahulu putusan tersebut ke pimpinan KPK.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved