Breaking News:

Korupsi Dana Desa di Pesawaran

Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa di Pesawaran Lampung Gunakan Nota dan Tanda Terima Palsu

Oknum aparatur Desa Gedung Dalom Kecamatan Way Lima,menutup pertanggungjawaban keuangan dengan nota dan tanda terima palsu.

Tribunlampung.co.id/R Didik Budawan C
Dua oknum aparatur desa di Pesawaran mengenakan baju orange tahanan Mapolres Pesawaran karena terlibat dalam perkara korupsi DD. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN – Dua oknum aparatur Desa Gedung Dalom Kecamatan Way Lima, Pesawraan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tipikor Polres Pesawraan, menutupi pertanggungjawaban keuangan dengan nota dan tanda terima palsu.

Atas perbuatan itu, oknum tersebut kini menjadi tahanan korupsi di Mapolres Pesawaran.

Keduanya yakni,  JL (38) sebagai Kaur Perencanaan dan Pembangunan, dan  SL (50) selaku bendahara Desa Gedung Dalom, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.

Keduanya dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Pesawaran, Selasa, 13 Juli 2021 kemarin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pesawaran Ajun Komisaris Polisi Eko Rendi Oktama mengungkapkan, dalam menutupi pertanggungjawaban keuangan, tersangka membuat nota-nota pembelian barang palsu.

Baca juga: Penyidik Polres Pesawaran Lampung Ungkap Modus Korupsi DD, Tersangka JL Belanja Tidak Sesuai RAB

"Juga dibuat tanda terima dari orang kerja palsu," kata Eko mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, Rabu, 14 Juli 2021.

Perbuatan para tersangka ini, tambah Eko, untuk kepentingan SPJ Desa Gedung Dalom Tahun Anggaran 2017.

Eko mengatakan, setelah dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten Pesawaran, ditemukan adanya kerugian keuangan negara dalam proses pembangunan drainase tersebut.

Kerugian keuangan negara itu sebesar Rp 202.860.341.

Tersangka Belanja Tidak Sesuai RAB

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved