Breaking News:

Lampung Timur

Pesta Pernikahan di Lampung Timur Dibubarkan, Satgas Covid-19: Instruksi Bupati

Pesta pernikahan di Lampung Timur dibubarkan oleh Tim Satgas Covid-19 setelah memaksa gelar hajatan di tengah PPKM, pihak keluarga pun memohon maaf.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi
Gelaran pesta pernikahan di Lampung Timur dibubarkan oleh Tim Satgas Covid-19 sebagaimana instruksi bupati. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR - Hajatan pesta pernikahan di Lampung Timur dibubarkan oleh Tim Satgas Covid-19 setelah pihak penyelenggara tetap memaksa menghelat kegiatan yang mengundang kerumanan ini.

Pesta pernikahan ini berlangsung di Desa Purwokencono, Sekampungudik, Lampung Timur, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tim Satgas Covid-19 Sekampungudik Sadaruddin mengatakan acara pernikahan dan yang mengundang kerumunan dilarang sebagaimana instruksi bupati sejak tanggal 12 Juli 2021.

"Kalau akad nikah sesuai peraturan Kemenag itu diperbolehkan, tapi ramai-ramai ditiadakan," ujar Camat Sekampungudik ini.

Menurutnya, karena Lampung Timur zona merah dan peringkat tertinggi di Lampung.

"Kesehatan masyarakat di atas segala-segalanya, karena jika tidak dilaksanakan instruksi bupati ini dikhawatir masyarakat terkena Covid-19," tegasnya.

"Dan jika ini tidak disepakati bersama, berarti melanggar. Jadi kita berharap ini perlu disadari bersama," tambah Sadaruddin.

Sadaruddin menambahkan, setelah akad nikah tidak ada kegiatan lain yang mengundang kerumunan.

Baca juga: PPKM Mikro di Metro, Satgas Covid-19 Penyekatan Kendaraan di 12 Titik

"Satgas cuma mengingatkan, memberitahu dan menyampaikan instruksi itu kepada sohibul hajat," tuturnya.

Senada, Kapolsek Sekampungudik, Iptu Eko Budiarto menyampaikan akan tegas melaksanakan instruksi bupati dan meniadakan acara resepsi pernikahan. 

"Kalau memang tidak dibongkar, kami yang akan membongkarnya," katanya sembari melihat tenda besar milik warga Desa Purwokencono.

"Saya meminta tidak tebang pilih. Jadi acara hajatan khususnya di Kecamatan Sekampungudik tidak tebang pilih sesuai instruksi bupati itu," tandas Eko.

Johan, selaku perwakilan keluarga yang menggelar pesta pernikahan memohon maaf atas hal ini, dan akan menghentikan kegiatan. ( Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved