Meninggal Tak Wajar di Pringsewu
Polisi Duga Kakek Pringsewu Lampung Nekat Akhiri Hidup Lantaran Depresi
Polisi menduga kakek sebatang kara nekat mengakhiri hidup lantaran depresi. Korban memiliki sakit menahun yang tak kunjung sembuh.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Hanif Mustafa
"Saksi (Lisnawati) langsung teriak histeris, kemudian berdatangan warga, yang kemudian meneruskan kepada pihak kepolisian," kata Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan, Minggu, 1 Agustus 2021.
Timur menceritakan, seperti hari-hari biasanya, Lisnawati datang ke kediaman ayahnya untuk mengantar makanan buat sarapan pagi.
Mengingat Kakek Wiji selama sekitar satu tahun belakangan ini hanya tinggal sendirian di rumahnya.
“Kakek Wiji mempunyai dua orang anak,” tutur Timur.
Timur mengatakan karena keduanya sudah menikah, anak-anaknya hidup berkeluarga di lain rumah.
“Namun lokasinya masih dalam satu desa,” timpalnya.
Timur menuturkan jika Kakek Wiji tidak bersedia tinggal bersama anak-anaknya yang sudah berkeluarga.
Sehingga setiap hari kedua anak Kakek Wiji memutuskan untuk bergantian mengantar makanan dan kebutuhan lain buat ayahnya.
“Jadi saksi Lisnawati itu mengantar makanan buat sarapan pagi ke rumah Kakek Wiji,” kata Timur.
Namun saksi Lisnawati tidak melihat korban dan saat dipanggil-panggil juga tidak menyahut.
“Setelah beberapa saat melakukan pencarian, saksi Lisnawati menemukan ayahnya berada di tempat penyemaian jamur kelapa sawit, di belakang rumah,” kata Timur.
Kepolisian Sektor (Polsek) Sukoharjo, Polres Pringsewu memastikan kakek sebatang kara ditemukan tewas tak wajar.
Kakek tersebut, Wiji (63), warga Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Kepala Polsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan mengungkapkan, bila pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan jenazah.
Tidak hanya petugas kepolisian, pemeriksaan jenazah juga dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Adiluwih.