Meninggal Tak Wajar di Pringsewu
Sang Anak Menjerit Histeris Lihat Kakek Pringsewu Lampung Meninggal
Lisnawati (26) terkejut bukan kepalang mendapati kondisi bapaknya dalam kondisi tewas di belakang rumah, ia menjerit histeris sampai terdengar.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU – Keluarga menjerit histeris setelah mendapati kakek Wiji (63) tewas di tiang bambu belakang rumah.
Terutama sang putri, Lisnawati (26) terkejut bukan kepalang mendapati kondisi bapaknya tersebut.
Lisnawati pun tidak kuasa melihat tubuh ayahnya sudah tidak bernyawa.
Ia menjerit histeris hingga menangis sejadi-jadinya.
Diketahui jasad ayahnya, ketika ditemukan terjerat tali yang terikat di tiang bambu penyangga tempat penyemaian jamur kelapa sawit.
Tempat tersebut berada tepat di belakang rumah korban, Kakek Wiji (63), warga Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
"Saksi (Lisnawati) langsung teriak histeris, kemudian berdatangan warga, yang kemudian meneruskan kepada pihak kepolisian," kata Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan, Minggu, 1 Agustus 2021.
Timur menceritakan, seperti hari-hari biasanya, Lisnawati datang ke kediaman ayahnya untuk mengantar makanan buat sarapan pagi.
Baca juga: PPKM Level 4, Polres Pringsewu Lampung Buka Dapur Umum
Mengingat Kakek Wiji selama sekitar satu tahun belakangan ini hanya tinggal sendirian di rumahnya.
“Kakek Wiji mempunyai dua orang anak,” tutur Timur.
Timur mengatakan k arena keduanya sudah menikah, anak-anaknya hidup berkeluarga di lain rumah.
“Namun lokasinya masih dalam satu desa,” timpalnya.
Timur menuturkan jika Kakek Wiji tidak bersedia tinggal bersama anak-anaknya yang sudah berkeluarga.
Sehingga setiap hari kedua anak Kakek Wiji memutuskan untuk bergantian mengantar makanan dan kebutuhan lain buat ayahnya.
“Jadi saksi Lisnawati itu mengantar makanan buat sarapan pagi ke rumah Kakek Wiji,” kata Timur.