Breaking News:

Tanggamus

Polsek Kota Agung Tangkap 4 Pelaku Pembobol Rumah Dinas SD di Tanggamus Lampung

Polsek Kota Agung, Polres Tanggamus menangkap empat pelaku pembobol rumah dinas SD Negeri

Editor: soni
Pixabay
Ilustrasi borgol. Seorang mahasiswi tewas. Pelaku rudapaksa baru diketahui 44 tahun kemudian. 

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Polsek Kota Agung, Polres Tanggamus menangkap empat pelaku pembobol rumah dinas SD Negeri IV Kuripan. 

Menurut Kapolsek Kota Agung AKP Muji Harjono, keempatnya berinisial YU (19) warga Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, lalu RJ (19), DP (15) dan DA (16) yang merupakan warga Kec Kota Agung.

"Para pelaku dapat teridentifikasi dari salah satu barang bukti hasil kejahatan sehingga satu per satu pelaku bisa ditangkap berurutan tanpa perlawanan," kata Muji mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Ia menambahkan, kejadian pencurian terjadi pada Rabu 21 Juli 2021 lalu dan diketahui sekira pukul 5.00 WIB Suparmin, tenaga honorer yang tinggal di rumah tersebut, sekaligus pelapor kasusnya.

Saat itu Suparmin datang ke rumah yang ditempatinya tersebut dan masuk ke dalam. Korban sudah tidak melihat lagi sepeda motornya yang ada dalam rumah tersebut. 

Baca juga: Melawan Petugas, Otak Pembobolan Rumah di Bandar Lampung Didor

Selanjutnya mengecek barang-barang lainya untuk mengetahui apa saja yang hilang. Kondisi semua barang sudah diacak-acak, berantakan. 

Lalu pelapor mengecek dan pintu belakang sudah dalam posisi terbuka, dan dinding triplek belakang rumah sudah rusak pula.

Selanjutnya korban mengecek rumah dinas lain di depannya. Di sana mesin sugu kayu dan mesin profil kayu telah hilang. Atas kejadian itu korban melaporkan ke Polsek Kota Agung.

Setelah itu polisi menyelidiki kasus tersebut, dan mulai mengindentifikasi para pelakunya. Hingga akhirnya mendapat informasi salah satu pelaku sedang sembunyi di Kota Agung tepatnya daerah Pancawarna. 

Setelah itu dilakukan penangkapan dan siapa saja yang terlibat. Hingga dapat diketahui ada empat pelaku dan dilakukan penangkapan bertahap.

Barang bukti yang berhasil dapat dari penangkapan tersebut yakni satu unit mesin profil kayu. Satu unit mesin suhu kayu dan satu unit sepeda motor.

Muji menjelaskan, barang yang hilang tersebut adalah barang pribadi milik korban. Sedangkan barang-barang di sekolah tersebut dalam kondisi aman.

Kini keempat pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan ancaman hukuman empat tahun. 

Muji mengakui dari keempat pelaku ada dua pelaku dewasa dan dua pelaku yang masuk kategori usia anak-anak.

"Terhadap pelaku yang usianya masih di bawah umur, proses hukum mengacu pada peraturan perlindungan anak," kata Muji. ( Tribunlampung.co.id / tri yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved