Breaking News:

Penyelundupan Kulit Harimau

Penyuplai Kulit Harimau Sudah Diketahui, Kapolres Lampung Selatan: Tinggal di Sumatera Selatan

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, Beni hanyalah pedagang yang membeli kulit harimau beserta barang-barang lainnya.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Polres Lampung Selatan menunjukkan kulit harimau selundupan di kantor KSKP Bakauheni, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Polres Lampung Selatan sudah mengetahui penyuplai kulit harimau yang dibawa Beni Susanto (30).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, Beni hanyalah pedagang yang membeli kulit harimau beserta barang-barang lainnya.

"Pelaku ini (Beni Susanto) hanya sebagai pembeli. Ada pelaku lain yang menjual barang-barang tersebut ke dia," kata Edwin saat menggelar konferensi pers di kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Jumat (10/9/2021).

"Tim kami sudah menyelidiki siapa penjual barang tersebut kepada pelaku. Kami sudah mengantongi identitasnya. Saya berharap pelaku tidak melanjutkan perbuatannya lagi," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Kirim Kulit Harimau via Ekspedisi, Warga Jawa Barat Diamankan Polres Lampung Selatan

Edwin mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas dan daerah asal pelaku.

"Seseorang yang disebut-sebut menjual kulit harimau itu kepada pelaku tinggal di Sumatera Selatan, tepatnya di perbatasan Sumatera Selatan," kata Edwin.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin dan jajaran menunjukkan barang bukti kulit harimau dalam konferensi pers di kantor KSKP Bakauheni, Jumat (10/9/2021).
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin dan jajaran menunjukkan barang bukti kulit harimau dalam konferensi pers di kantor KSKP Bakauheni, Jumat (10/9/2021). (Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

"Kalau memang rezeki ya akan kita dapatkan," ungkapnya.

Saat ini pihaknya sedang melanjutkan proses penyidikan atas kasus tersebut.

"Ke depannya kerjasama ini diharapkan dapat tetap berlangsung. Supaya kita dapat mengungkap pelaku-pelaku penjual hewan atau satwa lainnya," kata Edwin.

Edwin juga mengimbau kepada masyarakat supaya tidak menangkap hewan yang dilindungi.

"Saya mengimbau kepada masyarakat supaya berhenti melakukan penyiksaan atau penangkapan hewan liar dan hewan yang termasuk dilindungi. Karena ini merupakan warisan dunia," imbuhnya.

"Supaya anak cucu kita nanti bisa melihat harimau asli itu seperti apa, bukan berupa patung," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved