Kasus Pajak di Bandar Lampung
Bakso Sony Hari Ini Ditutup Paksa, 18 Gerai di Bandar Lampung Disegel dan Dilarang Jualan
Sebanyak 18 gerai Bakso Sony yang ada di Bandar Lampung disegel dan ditutup paksa oleh Pemkot Bandar Lampung.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mulai hari ini, Senin (20/9/2021), konsumen penggemar bakso dan mi ayam tak bisa lagi menyantap sedapnya produk-produk yang dijual Bakso Sony di Bandar Lampung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung memutuskan untuk menyegel seluruh gerai Bakso Sony yang berada di Bandar Lampung.
Penyegelan dilakukan Senin (20/9/2021).
Usutnya, penyegelan dikarenakan mekanisme pembayaran pajak yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah setempat.
Berdasarkan pantauan, pada hari tersebut, sebanyak 12 gerai dari 18 gerai Bakso Sony yang ada di Bandar Lampung disegel dengan menggunakan garis kuning milik pemerintah dengan keterangan "Garis Pemerintah Kota Dilarang Melintas/Goverment Line Town Do Not Cross".
Baca juga: Kemana pun Pergi Bakso Sony Tetap Dikejar Utang Setoran Pajak Kota Bandar Lampung
Untuk diketahui, dengan ditutupnya 12 gerai tersebut, genap sudah seluruh gerai yang ada tidak lagi beroperasi.
Dimana 6 diantaranya sudah terlebih dahulu dilakukan hal yang sama.
Bakso Sony kemplang pajak Rp 10,8 miliar
Bakso Sony diduga mengemplang pajak dengan nominal yang luar biasa.
Tidak tanggung-tanggung, angkanya mencapai Rp 10,8 miliar.
Baca juga: Kepala BPPRD Bandar Lampung Yanwardi: Pindahnya Bakso Sony Tak Pengaruhi Target PAD
Bakso Sony disebut telah mempermainkan pajak sejak 2018 lalu.
Saat itu, pengelola tidak mempergunakan alat perekam pendapatan yang telah disediakan Pemkot Bandar Lampung guna mengukur besaran pajak penghasilan.
"Memang sejak terpasangnya tapping box di Bakso Sony, mereka tidak menggunakannya," kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung Yanwardi, Senin (5/7/2021).
Dalam kurun waktu tiga tahun ini, Yanwardi menyebut Bakso Sony telah merugikan Pemkot Bandar Lampung miliaran rupiah.
Menurut dia, pajak yang seharusnya dibayarkan oleh Bakso Sony mencapai angka Rp 450 juta per bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/suasana-di-warung-makan-bakso-sony_20150526_195841.jpg)