Breaking News:

Pringsewu

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Pringsewu, Sriwahyuni Dikenai Wajib Lapor

Tersangka dugaan korupsi dana makan dan minum Sekretariat DPRD Pringsewu Sriwahyuni dikenakan wajib lapor.

Dok Kejari Pringsewu
Tersangka dugaan korupsi Sekretariat DPRD Pringsewu Sriwahyuni (kanan) saat diperiksa penyidik Kejari Pringsewu, Jumat (1/10/2021) lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Tersangka dugaan korupsi dana makan dan minum Sekretariat DPRD Pringsewu Sriwahyuni dikenakan wajib lapor.

Kejari Pringsewu menetapkan Sriwahyuni sebagai tahanan kota.

"Dikenakan wajib lapor, Senin dan Kamis," kata Kasi Intel Kejari Pringsewu Median Suwardi, Senin (4/10/2021).

Ditambahkan Median, Sriwahyuni tidak boleh ke luar kota.

Baca juga: Nilai Kerugian Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Pringsewu Batal Diumumkan, BPKP Masih Meneliti

Kalaupun ada keperluan ke luar kota, ia harus mendapat izin dari penyidik.

Median mengungkapkan, Sriwahyuni ditetapkan sebagai tahanan kota mengingat kondisi kesehatannya kurang baik.

Kondisi kesehatan itu dibuktikan dengan surat rekam medik.

Selain itu, tersangka kooperatif dan pihak keluarga telah membuat surat jaminan.

Penyidik Kejari Pringsewu menjerat tersangka dengan ancaman primer pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal subsidernya pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 15 tahun," kata Median, mewakili Kajari Pringsewu Ade Indrawan.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved