Breaking News:

Lampung Selatan

KSKP Bakauheni Lampung Gagalkan Penyelundupan 160 Karung Daging Celeng

epolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan 160 karung daging celeng tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Dok KSKP Bakauheni
Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil menggagalkan pengiriman 160 karung daging celeng seberat 5.196,66 kg atau 5,1 ton, yang diduga daging celeng tanpa dilengkapi dokumen yang sah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan 160 karung daging celeng seberat 5.196,66 kg atau 5,1 ton. 

Daging celeng tersebut diduga tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Keterangan itu diketahui dari Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika, Kamis (7/10/2021).

Identitas pengemudi bernama Moh Rifan (40), merupakan warga Kelurahan Kedungbang, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan kernet mobil bernama Iwan Hadi Prayogo (34), merupakan warga Kedungbang, Kelurahan Kedungbang, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Ridho mengatakan penggagalan pengiriman daging celeng yang dilakukan pihaknya merupakan hasil dari kegiatan pemeriksaan rutin yang dilakukan di areal Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Baca juga: Sidang Putusan Pembakaran Mapolsek Candipuro Lampung Selatan Ditunda, Ini Alasannya

"Rabu 6 Oktober 2021 sekira jam 07.00 wib, kami melalukan kegiatan pemeriksaan rutin di Areal Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni," katanya.

"Saat kegiatan pemeriksaan dilakukan, petugas memeriksa 1 unit kendaraan Isuzu Giga Box Frezer berwarna putih dengan nopol B 9662 TXO. Diketahui mobil tersebut dikendarai oleh Moh Rifan," jelasnya.

Ridho menuturkan saat dilakukan pengecekan oleh petugas, didapat daging celeng (B2) tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.

"Daging celeng tersebut disembunyikan di dalam kendaraan box frezer yang di bungkus dengan karung putih," ujarnya

"Berdasarkan keterangan dari pengemudi mobil tersebut daging celeng itu diangkut dari daerah Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Dan akan dibawa atau dikirimkan ke daerah Tangerang," jelasnya.

Baca juga: Diskes Lampung Selatan: Penyintas Covid-19 Bisa Divaksin 1 Bulan Pasca Terpapar

Ridho menjelaskan pengemudi mobil tersebut menerima ongkos sebesar Rp 10 juta dan sudah dibayarkan sebesar Rp 8 juta dan kekurangannya dibayarkan setelah barang sudah sampai ditempat tujuan.

"Selanjutnya pengemudi mobil tersebut beserta barang bukti daging celeng (B2) tersebut dibawa ke kantor KSKP Bakauheni untuk dimintakan keterangan dan diproses lebih lanjut," jelasnya.

"Pengemudi mobil dan kernet tersebut terancam Pasal 88 huruf a dan c UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved