Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Wanita Cakar Preman yang Menendangnya hingga Babak Belur, Kaget Malah Jadi Tersangka

Kasus wanita pedagang sayur dianiaya preman tapi malah jadi tersangka di Medan berbuntut panjang. Kapolsek dan Kanit Reskrim dicopot

TRIBUN MEDAN/FREDY
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak saat mempertemukan Liti Wari Iman Gea (Kasu Garis-garis) dengan Beni Saputra (kemeja merah), di Polda Sumut, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus wanita pedagang sayur dianiaya preman tapi malah jadi tersangka di Medan berbuntut panjang. Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan di Medan, Sumatera Utara dicopot dari jabatan mereka.

Pencopotan tersebut bermula dari kasus pedagang sayur bernama Litiwari Iman Gea yang dihajar oleh sejumlah preman tapi kemudian malah jadi tersangka penganiayaan.

Gea syok sekaligus heran. Dia yang ditendang dan dipukul sampai babak belur, tapi malah dirinya pula yang jadi tersangka.

Surat yang dilayangkan penyidik Polsek Percut Seituan dengan memanggil Gea sebagai tersangka, diposting ke medsos. Proses hukum terhadap Gea sontak menjadi perhatian publik.

Preman yang belakangan diketahui bernama Beni ternyata melaporkan Gea ke polisi karena merasa dianiaya setelah wajahnya dicakar oleh Gea.

"Rambutku dan rambut anakku diantukkan. Sampai diludahi juga. Kasihanilah diri kami," ucapnya. Akibat peristiwa itu, ia mengaku trauma. Gea tak bisa membayangkan seperti apa rasanya ketika diinjak dalam kondisi terjatuh di tanah.

Baca juga: Buntut Kasus Oknum Polisi Banting Mahasiswa, Kapolres hingga Kapolda Minta Maaf

Baca juga: Oknum Polisi yang Rudapaksa dan Bunuh 2 Gadis di Medan Dihukum Mati

Ia kemudian membuat laporan dengan nomor LP/B/1739/IX/2021/SPKT Polsek Percut Sei Tuan/Polrestabes Medan/ Polda Sumatera Utara tertanggal 5 September 2021 dengan terlapor Beny.

Kapolsek dan Kanit dicopot

"Kapolsek dan Kanit Reskrim (Polsek Percut Sei Tuan sudah dicopot)," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, di Mapolda Sumut pada Rabu (13/10/2021) sore.

Menurutnya, pencopotan itu merupakan bagian dari evaluasi dan audit yang dilakukan oleh pimpinan Polri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved