Breaking News:

Pemerasan di Lampung Tengah

Begini Modus Aksi Pemerasan di Lampung Tengah

Mad melakukan aksi pemerasan dan pemalakan karena melihat korban berkendara sendirian.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Mad melakukan aksi pemerasan karena melihat korban berkendara sendirian. 

Korban sempat menolak.

"Dia (pelaku) minta uang Rp 300 ribu ke saya, tapi cuma saya kasih Rp 100 ribu. Tapi dia maksa lagi supaya saya keluarkan uang di saku saya semuanya," bebernya.

Karena korban menolak, pelaku akhirnya merogoh saku celana korban dan mengambil semua uangnya.

"Dari saku celana saya, total uang Rp 650 ribu diambil semua oleh pelaku. Sebelum pergi, dia juga memukul telinga saya dengan tangan," jelasnya.

Bawa Laduk

Saat ditangkap di kawasan Pasar Tias Bangun, pelaku kedapatan membawa satu bilah senjata tajam jenis laduk.

Menurut keterangan Kapolsek Padang Ratu Kompol Muslikh, pelaku Mad dikenakan pasal 1 ayat 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun1951 dengan ancaman hukuman 10 sampai 12 tahun penjara.

Saat beraksi, pelaku juga mengancam korban Eman dengan menggunakan senjata tajam.

“Untuk mempertanggungjawabkan aksi pemalakan dan pemerasan terhadap korban Eman, pelaku Mad dikenakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara," terang Kompol Muslikh.

Polsek Padang Ratu menangkap seorang pelaku pemerasan dan pemalakan terhadap seorang pengendara di Kampung Negeri Kepayungan, Kecamatan Pubian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved