Breaking News:

Tanggamus

90 Kasus DBD di Tanggamus di Tahun 2021, Tiga Bulan Terakhir Ada 68 Kasus

Kasus DBD (deman berdara dengue) di Kabupaten Tanggamus mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Dedi Sutomo
shutterstock
Ilustrasi Nyamuk DBD. Kasus DBD (deman berdara dengue) di Kabupaten Tanggamus mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir. Ada 68 kasus di tiga bulan terakhir. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS – Kasus DBD (deman berdara dengue) di Kabupaten Tanggamus mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir.

Dinas Kesehatan Tanggamus meminta masyarakat untuk aktifkan kegiatan berantas sarang nyamuk.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tanggamus Bambang Sutejo, sejak bulan Januari hingga pertengahan Desember jumlah kasus 90 kasus DBD.

Untuk periode Januari hingga awal September hanya ada 22 kasus. Lalu, sejak September hingga Desember, ada 68 kasus.

"Akhir-akhir ini jumlah kasusnya melonjak tinggi, jadi kami imbau masyarakat waspada, utamakan pemberantasan sarang nyamuk," ujar Bambang, Rabu (15/12/2021)

Baca juga: 98 Kasus DBD Terjadi di Kota Metro Sejak Bulan Januari 2021

Dikatakannya, selain jumlah kasus yang naik drastis, timbul pula satu kematian di Kecamatan Kota Agung Barat. 

Di kecamatan ini pula kasus tertinggi DBD terjadi. Tercatat ada 23 kasus DBD.

Kasus tertinggi lainnya di kewenangan Puskesmas Kota Agung dengan 16 kasus. Lalu di Puskesmas Siring Betik dengan 11 kasus. 

Sedangkan di puskesmas lainnya kasus di bawah 10.

Bahkan di tujuh puskesmas belum ada laporan kasus DBD, yakni Puskesmas Way Nipah, Pasar Simpang, Margoyoso, Kedaloman, Putih Doh, Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Sumber Rejo.

Baca juga: Dinkes Lampung Selatan Tingkatkan Sistem Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus DBD di Akhir Tahun

Bambang minta puskesmas yang masih belum ada kasus agar dipertahankan sebab sekarang ini curah hujan tinggi dan sebisa mungkin tidak timbulkan kasus DBD.

"Kenaikan kasus DBD sekarang ini didukung curah hujan yang mulai meningkat. Sehingga populasi nyamuk Aedes Aegypti juga tidak meningkat," kata Bambang.

Ia minta masyarakat lakukan 3M, yakni menguras tempat penampungan air sepekan sekali, menurut tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan.

"Masyarakat kami minta terus waspada, jangan sampai terjadi ledakan kasus. Sebab selama ini kasus sudah sedikit dibanding tahun-tahun lalu, lakukan 3M," terang Bambang. (Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved