Kasus Corona di Tanggamus
Melonjak Drastis, 3 Hari Ada 80 Kasus Covid-19 di Tanggamus
Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Eka Priyanto, pada 15 Februari ada 25 kasus, dan 16 Februari 26 kasus, dan 17 Februari 29 kasus.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Kasus Covid-19 di Tanggamus melonjak drastis.
Dalam tiga hari terakhir, ada 80 kasus baru Covid-19.
Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Eka Priyanto, pada 15 Februari ada 25 kasus, dan 16 Februari 26 kasus, dan 17 Februari 29 kasus.
Kini yang berstatus isolasi sudah capai ratusan pasien.
Baca juga: Sebelum Meninggal, Dorce Gamalama Terpapar Covid-19 dan Dirawat Selama 3 Minggu di RS
"Kasus aktif atau dirawat 123 kasus," kata Eka, Kamis (17/2/2022).
Jumlah kasus sejak awal kemunculan Covid-19 di Tanggamus total ada 2.679 kasus.
Selesai isolasi 2.417 kasus dan 198 kematian.
Untuk 29 kasus terbaru, pasien berasal mulai dari Kecamatan Talang Padang, Pugung, Sumber Rejo, Gisting, Kota Agung Timur, Ulu Belu.
Terbanyak dari Talang Padang dan Kota Agung.
Kebanyakan pasien memilih melakukan isolasi mandiri di rumah karena bergejala ringan.
Baca juga: Perkembangan Terkini Covid-19 di Lampung, Ada 743 Kasus Terkonfirmasi Positif Baru pada Hari Ini
Sedangkan lainnya dirawat di rumah sakit agar mendapatkan perawatan lebih terkontrol.
Eka menjelaskan, langkah yang kini dilakukan tim medis adalah melakukan tracing dan testing kepada yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.
Lalu penguatan intensitas surveilans di masyarakat, lakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan pasien.
Tenaga kesehatan bersama tim satgas pekon/TNI/Polri melakukan pemantauan harian secara ketat terhadap warga yang sedang melakukan isolasi mandiri dengan melakukan pemantauan kesehatan oleh tenaga kesehatan langsung maupun secara telemedicine.
Lalu pemantauan kebutuhan harian dan keamanan pasien oleh tim satgas pekon/TNI/Polri.
Melakukan edukasi atau sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas).
"Orang yang sudah selesai isolasi tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menghindari penularan ulang dari lingkungannya," ujar Eka.
Ia mengaku, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mengatasi ini semua. Pemkab Tanggamus membutuhkan semua pihak untuk membentuk kesadaran dan disiplin protokol kesehatan.
Eka juga menjelaskan pemerintah juga tidak henti-hentinya menganjurkan kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 di puskesmas dan tempat-empat yang di tunjuk.
"Vaksinasi Covid-19 tujuannya baik yaitu membentuk sistem kekebalan tubuh menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok untuk melawan infeksi virus Covid-19," kata Eka.
Selanjutnya manfaat vaksin secara tidak langsung menurunkan angka kesakitan dan angka kematian. Meskipun tidak 100 persen bisa melindungi seseorang dari Covid-19, vaksin dapat memperkecil kemungkinan gejala berat dan komplikasi akibat Covid-19.
"Ini semua dilakukan agar kita semua cepat keluar dan terbebas dari pandemi Covid-19 ini," ujar Eka.
( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )