Lampung Utara

44 Anak Penderita Talasemia di Lampung Utara Dapat Bingkisan

Anniesha Friezshia, Manajer Penunjang Medik RS Handayani, mengatakan, talasemia merupakan kelainan sel darah merah bawaan yang diturunkan.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi
Sebanyak 44 anak penderita talasemia mendapatkan bingkisan di aula RS Handayani, Kotabumi, Lampung Utara, Senin (28/3/2022). 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Menjelang Ramadan, sebanyak 44 anak penderita talasemia di Lampung Utara mendapatkan bingkisan.

Kegiatan itu berlangsung di aula RS Handayani, Kotabumi, Lampung Utara, Senin (28/3/2022).  

Acara ini diinsiasi oleh RS Handayani, PMI, Poltekes, Popti, Yayasan Peduli Kasih KNDJH, UMKM, dan Komunitas Peduli Talasemia.

Anniesha  Friezshia, Manajer Penunjang Medik RS Handayani, mengatakan, talasemia merupakan kelainan sel darah merah bawaan yang diturunkan oleh orangtua, yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

"Kalaupun ada pengobatan untuk penyandang talasemia, baru di negara maju yang biayanya sangat mahal, yakni dilakukan pencangkokan tulang sumsum. Makanya mereka harus rutin melakukan transfusi darah seumur hidup. Tujuannya untuk mempertahankan kadar HB agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari," Anniesha.

Baca juga: Cerita Penderita Talasemia Dapatkan Darah untuk Transfusi, Jemput Pendonor hingga ke Luar Kota

Adapun untuk mencegah bertambahnya penderita talasemia, kata Anniesha, dengan melakukan screening atau melakukan konsultasi perkawinan sebelum menikah untuk mengetahui apakah calon orangtua membawa sifat talasemia.

"Ya ini satu-satunya cara menjadikan Indonesia zero talasemia. Saya berterima kasih kepada komunitas-komunitas yang peduli dengan penyandang talasemia. Karena diketahui, para penyandang ini kebanyakan tinggal jauh dari kota," jelas dia.

Hendy (41), orangtua penyandang talasemia, mengucapkan terima kasih karena anaknya sudah banyak mendapatkan bantuan dari dinas terkait mapun komunitas.

"Saya sangat berterima kasih karena sudah sangat terbantu. Saya berharap ke depan ada obat untuk anak saya," ujarnya.

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved