Bandar Lampung
Pemanfaatan e-Voting Dinilai Miliki Kelemahan, Berpotensi Adanya Kongkalikong Politik
Usulan untuk menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2024 dinilai banyak kalangan memiliki sejumlah kelemahan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Usulan untuk menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2024 dinilai banyak kalangan memiliki sejumlah kelemahan.
Sistem tersebut, dinilai berpotensi untuk bisa memunculkan terjadinya ‘kongkalikong’ politik.
Seperti dikatakan oleh Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Lampung, Watoni Noerdin.
Menurut dirinya, potensi untuk memanipulasi data dengan e-voting sangat mungkin.
Sebab, teknologi bisa digunakan dengan bebas sesuai fitur yang diciptakan.
Baca juga: Penggunaan Sistem e-Voting pada Pemilu 2024 Rawan untuk Diretas
Baca juga: Penumpang Lion Air Ngamuk di Bandar Soetta karena Bagasi Tak Keluar Viral di Medsos
"Jadi harus betul betul fair karena kehawatiran itu bisa jadi sarana Kong kalikong, kalo kerahasiaan bisa dijaga mungkin gak ada masalah," kata Watoni Noerdin, Selasa (29/3/2022) kemarin.
Anggota Komisi I DPRD Lampung ini mengatakan, pemungutan suara secara online butuh persiapan teknis yang matang.
Seperti perlengkapan, infrastruktur, dan jaringan yang memadai.
"Itu harus kita jamin dulu yang namanya jangkauan sinyal terjangkau apa tidak. Kalo tidak artinya kita sudah melanggar hak asasi manusia (HAM) secara tidak langsung," ujar Watoni.
"Artinya ini harus tuntas, tidak hanya menawarkan tetapi perangkat nya tidak tersedia dengan sempurna," jelas Watoni.
Sikap serupa juga disampaikan oleh DPD I Golkar Lampung.
Sekretaris DPD Golkar Lampung Ismet Roni menganggap, e-voting itu masih sebatas wacana yang diusulkan.
Baca juga: Parpol di Lampung Nilai e-Voting Berpotensi Timbulkan Kong-Kalikong
Baca juga: Emak-emak di Serdang Bedagai Ngamuk ke Petugas SPBU Gegara Tak Dilayani Viral di Medsos
"Itu kan masih wacana, pada prinsipnya wacana hanyalah wacana sebelum ada keputusan itu tidak bisa dilakukan," kata Ismet Roni.
Ismet mengaku Golkar tegak lurus dengan keputusan pemerintah.
Saat ini, proses pemungutan suara masih disepakati dengan cara offline atau datang langsung ke TPS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Parpol-di-Lampung-nilai-e-Voting-berpotensi-timbulkan-Kong-Kalikong.jpg)