Ramadan 2022
Gerobak Sahur, Aktivitas Pemuda di Pringsewu Bangunkan Warga Berpuasa
Pemuda sekitar Musala Nurul Iman berkumpul dengan membawa peralatan, seperti kayu, kentongan, gerobak, dan alat lainnya yang di atasnya terikat jerike
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Hari masih gelap saat sejumlah pemuda di Dusun Wonokriyo, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu beranjak dari tidur, Selasa (5/4/2022) sekira pukul 02.30 WIB.
Pemuda sekitar Musala Nurul Iman berkumpul dengan membawa peralatan, seperti kayu, kentongan, gerobak, dan alat lainnya yang di atasnya terikat jeriken dan pengeras suara.
Alat-alat tersebut mereka tabuh sehingga menimbulkan irama musik.
Jeriken yang berada di gerobak saat dipukul menimbulkan suara mirip beduk.
Satu pemuda memegang pengeras suara, langsung melantunkan lagu sahur ciptaan kelompok pemuda itu.
Baca juga: 14 Warga di Purbalingga Keracunan Setelah Santap Sate Saat Sahur
Bagaikan suporter klub sepakbola, mereka berkeliling Dusun Wonokriyo.
Rute yang dilalui Jalinbar Dusun Wonokriyo kemudian masuk ke jalan-jalan dusun.
Kegiatan pemuda ini sebagai aktivitas membangunkan warga atau umat muslim yang akan sahur.
Koordinator kelompok pemuda Endarika Yulianto alias Eka mengatakan, kegiatan ini mereka namai gerobak sahur.
Menurut dia, gerobak sahur ini sebagai rutinitas pemuda di Dusun Wonokriyo saat bulan Ramadan.
Bahkan aktivitas ini mereka laksanakan turun temurun atau dari generasi ke generasi.
Bermula dari inisiatif pemuda untuk memfasilitasi kegiatan sosial ke masyarakat.
Kegiatan gerobak sahur ini berjalan setiap hari bulan Ramadan mulai pukul 02.30 WIB.
Kebetulan sejumlah pemuda ada yang tidur di musala.
Kemudian dari musala itulah mereka bergerak keliling dusun.