Ramadan 2022
Berpuasa Bulan Ramadan, Tak Jadi Alasan Sejumlah Guru di Lampung untuk Kurangi Aktivitasnya
Kondisi berpuasa tak lantas membuat aktivitas menjadi berkurang. Sejumlah guru ini bahkan tidak hanya jalani rutinitasnya sebagai tenaga pendidik saja
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Teguh Prasetyo
Maksimalkan Ibadah
Pimpinan Pondok Pesantren Al Firdaus Bandar Lampung Ustadz Amiruddin Muslih mengatakan, bulan suci Ramadan bisa menjadi ajang untuk semakin memperbaiki diri khususnya dalam hal beribadah.
"Termasuk mengendalikan diri dari perilaku suudzon, menggunjing (ghibah), dan mengorek-ngorek kesalahan orang lain," katanya.
Belum lagi prasangka buruk akan hal lainnya yang lekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baik dalam hubungan dengan keluarga atau sanak saudara, lingkungan kerja, hingga kehidupan bertetangga atau bermasyarakat.
Upaya yang bisa dilakukan dalam memperbaiki ibadah adalah dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas puasa di bulan suci Ramadan.
"Karena puasa tidak hanya melulu soal tidak makan, minum dan menahan syahwat. Tapi yang lebih utama agar puasa kita tidak sia-sia yang berakhir muflis (bangkrut dan keutamaan dan pahala) adalah mampu menjaga hati, lisan, telinga dari perbuatan penyakit hati seperti ghibah, suudzon dan lainnya," paparnya.
Selama Ramadan, selain melakukan berbagai aktivitas positif, juga bisa dibarengi dengan memperbanyak dzikir dan membaca Alquran.
"Insya Allah puasa kita akan semakin bermakna dan berkualitas, menjadi tarbiyah dalam kehidupan kita untuk menjadi lebih baik," tandas dia.
(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)