Ramadan 2022

Cerita Mantan Napi Teroris Jalani Ibadah Puasa Selepas dari Penjara, Merasa Hidup Lebih Tenang

Edi Santoso (46), merupakan seorang mantan narapidana teroris yang pernah terlibat dalam salah satu organisasi radikal.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Edi Santoso (46) saat diwawancarai di kediamannya. Ia merupakan seorang mantan narapidana teroris yang pernah terlibat dalam salah satu organisasi radikal. 

Tahun ini merupakan Ramadan pertama Edi setelah kembali ke kehidupan normal, lepas dari ikatan kelompok radikal.

Banyak terlintas kenangan masa kecil yang kerap dilakukan Edi selama bulan Ramadan.

"Dulu waktu masih kecil itu biasa sama teman teman bangunin warga buat sahur pake kentongan," kata Edi.

Banyak kegiatan positif yang dilakukan Edi bersama sejumlah eks napiter lainnya di bulan Ramadan.

Bahkan Edi bersama tiga orang mantan napiter lainnya membentuk paguyuban atau wadah untuk menjalin silaturhami, pada tahun 2021 lalu. 

Paguyuban itu diberi nama Mangku Bumi Putra Lampung, dengan bertujuan untuk mengajak para mantan napiter kembali patuh dan mencintai NKRI.

Salah satu kegiatan tersebut yakni berbagi takjil dan bakti sosial dengan masyarakat sekitar.

"Tidak mudah untuk dapat kembali membaur dengan masyarakat pada umumnya, untuk itu kami melakukan kegiatan sosial," kata Edi.

Untuk keberlangsungan hidup, Edi mulai menekuni berbagai bidang usaha. Dari usaha kuliner sampai membuka usaha percetakan bersama rekannya yang tergabung dalam paguyuban Mangku Bumi Putra Lampung.

Edi mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak terjerumus dalam aliran atau kelompok yang menganut paham radikal. 

Serta mewaspadai ajakan kelompok radikal yang kerap melabeli diri dengan slogan keagamaan khususnya agama Islam.

Bahkan Edi menilai bukan tidak mungkin bibit bibit jaringan teroris yang saat ini sedang diberantas oleh aparat penegak hukum dapat bangkit kembali.

"Perlu perhatian dari pemerintah serta pengawasan keluarga dan lingkungan sekitar," kata Edi.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Iktikaf dan Momen Muhasabah

 

Menjemput Malam Lailatul Qodar

 

Ngabuburit yang Berpahala

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved