Bandar Lampung

Wagub Nunik Targetkan Penurunan Kasus Stunting di Lampung Tahun 2022 Jadi 15 Persen

Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menargetkan Provinsi Lampung bisa turun kasus stunting menjadi 15 persen pada tahun 2022.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Wagub Provinsi Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) yang merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung (kanan) bersama Kadiskes Lampung dr Reihana (tengah) dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Fitrianita Damhuri (kiri) saat diwawancarai awak media usai membuka acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2022 di Swiss-Belhotel di Kota Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) menargetkan Provinsi Lampung bisa turun kasus stunting menjadi 15 persen pada tahun 2022.

Ada 10 daerah yang dinilai pada awalnya 2018 dan tercatat 26 persen, dan pada 2021 18 persen penurunan kasus stuntingnya.

"Memang Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah paling getol sigap dalam upaya penurunan stuntingnya," kata Wagub Lampung Nunik saat diwawancarai Tribun Lampung, Selasa (24/5/2022) usai membuka Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2022 di Swiss-Belhotel di Kota Bandar Lampung.

Pencegahan yang dilakukan oleh kedua kabupaten tersebut sangatlah terasa dengan hasilnya yang dicapai.

Lanjut Nunik, diharapkan juga daerah lainnya sama semangatnya seperti Pemkab Lampung Selatan dan Lampung Tengah tentunya dengan melibatkan stekholder pokmas PKK hingga ormas serta LSM anak.

Baca juga: Bawaslu Bandar Lampung Imbau Capres Edukasi ke Masyarakat

Baca juga: Percepatan Penurunan Angka Stunting, DPPKB Lampung Utara Bentuk Dashat

Bukan soal gizi saja akan tetapi adanya sanitasi yang bersih untuk pencegahan stunting, dan Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan juga menjadi faktor dalam penurunan stunting.

Selain itu lanjut Nunik, faktor yang harus dicegah yakni seperti lalat yang hinggap ke makanan juga membuat anak menjadi kurang sehat.

Meskipun makanan bergizi tinggi tapi karena reduksi oleh lalat tersebut akan mempengaruhi kualitas makanan tersebut yang tersaji.

"Semua pihak terlibat, kalau target tahun 2022 penurunannya mencapai 15 persen," kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung ini.

Ditambahkan oleh Kadis Kesehatan Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan bahwa untuk penurunan angka stunting itu leading sektornya dari pemerintah pusat yakni BKKBN.

Tetapi operasionalnya ada di Diskes Lampung, dan tercatat ada 30 persen konvergensi dalam menyelesaikan stunting itu pihak kesehatan yang berperan.

Lalu sisanya 70 persen lintas sektoral, dalam upaya penanganan atau menekan angka stunting harus kerjasama dan tidak bisa sendiri.

Mulai dari remaja untuk diintervensi dengan kecukupan gizinya untuk selalu tambah darah.

"Diharapkan kepada remaja saat menstruasi itu sebaiknya tablet tambah darah, jangan sampai selama menstruasi tidak mengonsumsi zat besi," kata Reihana

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved