Breaking News:

Pringsewu

Cegah PMK, Dinas Pertanian Pringsewu Minta Warga Beli Hewan Kurban Lokal

Dinas Pertanian Pringsewu meminta terkait merebaknya penyakit mulut dan kuku jangan ada perpindahan hewan ternak antar daerah.

Dokumentasi
Ilustrasi kepolisian Polres Lampung Utara mengawasi munculnya penyakit mulut dan kuku yang berpotensi menyerang hewan ternak. Dinas Pertanian Pringsewu meminta tidak ada perpindahan hewan ternak antar daerah demi antisipasi PMK. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu- Dinas Pertanian Pringsewu mengimbau masyarakat yang membutuhkan hewan kurban agar membeli di lingkup kabupaten, demi antisipasi penyakit mulut dan kuku

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pringsewu Budi Pramono mengatakan, dengan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) maka jangan ada perpindahan hewan ternak antar daerah. 

Hal itu sebagai cara Dinas Pertanian Pringsewu mencegah meluasnya penyakit mulut dan kuku yang menyerang sapi, kerbau, kambing, domba. Sebab penyakit ini cukup mematikan dan imbasnya merugikan para peternak. 

"Imbauan kami supaya masyarakat yang akan berkurban untuk bisa membeli hewan kurban dari dalam Kabupaten Pringsewu, hal ini untuk upaya cegah tangkal penanggulangan PMK," ujar Budi.

Ia mengaku, penyakit ini sangat cepat menular yang penularannya adalah virus. Lantas dalam waktu 14 hari atau masa inkubasi jika tidak sembuh, hewan bakal mati.  

Baca juga: 13 Sapi dan 5 Kambing di Metro Lampung Positif PMK, Karantina 14 Hari

Baca juga: Stok Hewan Kurban Jelang Idul Adha di Pringsewu Lampung 7.100 Ekor

Lantaran tingkat bahayanya penyakit tersebut maka Dinas Pertanian Pringsewu mewanti-wanti masyarakat jangan beli hewan kurban dari luar daerah untuk Idul Adha 1443 H ini. 

Usahakan agar beli hewan kurban dari Pringsewu saja. Sebab perpindahan antar hewan membuka peluang meluasnya penyakit PMK. 

Sedangkan untuk melakukan lockdown daerah, posisi Pringsewu sulit. Sebab lokasinya termasuk di titik tengah di antara, Lampung Tengah, Tanggamus dan Pesawaran. 

Untuk itu, Dinas Pertanian Pringsewu juga melarang ada pengakutan hewan ternak yang melintasi Pringsewu. Lantaran posisi di titik tengah. 

Terlebih saat ini di Lampung ada lima kabupaten yang telah berstatus zona merah PMK. 

Penyebab penularan, di antaranya lalulintas atau mobilitas antarjemput hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain. Itu bisa mengantar virus, baik ke lokasi tujuan atau tempat yang dilewati.

Selanjutnya manusia juga bisa menjadi penghantar virus PMK. Hal ini terjadi pada saat proses transaksi jual beli. Misalnya seorang pedagang menawar ternak di suatu tempat, lalu pindah lagi ke tempat lain. 

Kemudian dari alat transportasi, misalnya dari kendaraan yang habis digunakan untuk mengangkut ternak yang terkena PMK terus untuk mengangkut ternak lainnya.

Budi mengaku, guna memenuhi permintaan hewan kurban, saat ini di Pringsewu stoknya sudah cukup. Dan semuanya bebas PMK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved