Lampung Utara

Warga Lampung Utara Sukses Jual Madu Trigona Rp 12,5 Juta Hasil Budidaya Mandiri

Andre Setiawan bisa menjual sekitar 50 botol madu trigona. Dalam satu botol berukuran 250 mililiter, madu trigona dijual dengan harga Rp 250 ribu.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Heribertus Sulis
Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi
Ilustrasi Andre Setiawan (37) seorang warga desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara budidaya madu trigona secara mandiri. 

Salah satu perbedaan fisik spesies lebah ini dapat dilihat dari bentuk sarangnya.

Sarang lebah madu spesies Apis berbentuk heksagonal, sedangkan sarang lebah Trigona berbentuk seperti pot atau kendi bulat yang melintang secara horizontal. 

Perbedaan dengan Madu Lainnya

- Lebih mahal

Karena lebah Trigona mengahasilkan madu hanya 100-200 ml per 3 bulannya.

- Rasa lebih asam

kadar keasaman madu ini mencapai 3,05-4,55.

Tekstur madu klanceng lebih cair dari madu biasa karena kadar airnya lebih banyak, yakni berkisar antara 30-35 persen.

Dari segi fisik, madu klanceng memiliki warna cokelat amber.

Selain madu, lebah Trigona juga menghasilkan bee pollen dan propolis yang sering diolah menjadi produk kesehatan karena memiliki manfaat bagi manusia.

Bee pollen adalah butiran tepungsari bunga jantan yang merupakan makanan tambahan bagi lebah, sedangkan propolis adalah lem lebah untuk melindungi sarang dari serbuan predator. (3)

Kandungan dan Manfaat

- Antioksidan

Madu Trigona atau klanceng memiliki senyawa antioksidan bernama protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan serumen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved