Lampung Utara

Warga Lampung Utara Sukses Jual Madu Trigona Rp 12,5 Juta Hasil Budidaya Mandiri

Andre Setiawan bisa menjual sekitar 50 botol madu trigona. Dalam satu botol berukuran 250 mililiter, madu trigona dijual dengan harga Rp 250 ribu.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Heribertus Sulis
Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi
Ilustrasi Andre Setiawan (37) seorang warga desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara budidaya madu trigona secara mandiri. 

"Sepengetahuan saya, madu Trigona ini memiliki kandungan Anti Fungi, anti Bakteri, Anti Oksidan dan kandungan zat Propolis yang kaya akan nutrisi. Catatannya kalau madu murni itu tidak ada kadaluarsa." ucapnya.

Baca juga: 891 PPPK di Lampung Utara Terima SK 

Baca juga: Kasus DBD Meningkat, Ini Imbauan Diskes Lampung Utara Hadapi DBD

Dirinya mengakui bahwa saat ini masih terkendala pada permodalan, namun keadaan itu tidak menjadi suatu alasan untuk mundur dari tanjakan.

"Pokoknya terus berusaha dan usaha. Karena yakin saja akan ada hasil dalam setiap usaha,” katanya.

Menganal lebah trigona

Madu trigona adalah madu yang berasal dari lebah trigona. Lebah Trigona memiliki nama ilmiah Apis Trigona.

Mengutip tribunnews wiki, lebah trigona adalah jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat kawasan hutan seluruh Indonesia.

Lima ratus spesies lebah madu klanceng Trigona yang tersebar di seluruh dunia yaitu Trigona Itama, Trigona scaptotrigona, Trigona laeviceps,Trigona apicalis dan Trigona thorasica.

Lebah madu klanceng Trigona banyak ditemukan di kawasan tropis atau subtropis diantaranya Australia, Afrika, Asia Tenggara dan kawasan Amerika Tropis.

Di daerah tropis Indonesia, yang berdekatan dengan garis khatulistiwa dengan hutan hujan dihuni lebih dari 29 spesies Trigona. 

Trigona dikenal sebagai lebah penghasil madu dan propolis.

Propolis adalah zat resin lilin dari getah tanaman yang mengandung mineral dan antibiotik untuk kesehatan manusia.

Trigona memiliki nama lokal yang sudah terkenal sejak lama, yaitu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat disebut klanceng, dan di Kalimantan Selatan disebut kelulut, serta di seputar Jawa Barat dan Banten disebut teuweul. (2) 

Ciri-ciri lebah trigona

Spesies lebah ini bertahan hidup dengan cara menggigit, bukan menyengat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved