Berita Lampung

Kisah Haru Kakek Penjual Tape di Bandar Lampung, Jualannya Sering Tak Laku

Seorang kakek penjual tape singkong tampak menjajakan dagangannya, Senin (27/6/2022). Ia jualan di sekitaran Kedamaian, Bandar Lampung.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama
Ilustrasi kakek penjual tape singkong tampak menjajakan dagangannya, Senin (27/6/2022). 

Tertulis di wadah tersebut 'Perhatian! Untuk pengendara roda dua dan roda empat, harap hati-hati! Depan anda tunanetra menjual: kemplang; kerupuk Rp 6.000 per bungkus'.

Tulisan itu bukanlah sebagai upayanya untuk menarik simpati orang, melainkan sebagai peringatan bagi para pengendara untuk berhati-hati saat hendak melewati atau berpapasan dengannya.

Tatkala ditemui di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera Kecamatan Talang Padang, terlihat banyak warga yang menyerbu dagangannya.

Acapkali, beberapa warga terlihat membeli kemplang dan kerupuknya lebih dari satu bungkus.

Terdengar dari percakapan mereka yang menilai jika kerupuk dan kemplang dagangannya Agus terasa nikmat.

Warga Kecamatan Pagelaran, Pringsewu itu bercerita, wilayah Tanggamus menjadi lokasi yang sudah biasa ia jelajahi dalam menawarkan dagangannya.

Keceriaan di raut wajah Agus saat diwawancara, seolah mengisyaratkan hubungannya yang tak lekat dengan keluhan.

"Tadi berangkat jalan kaki jam 7, tapi beda-beda tempat. Tadi pagi di Kota Agung, terus ke Gisting, dan ini sampai Talang Padang," cerita Agus Wahyudi, Sabtu (25/6/2022) sore.

Kendati ia berjalan kaki dalam menjual kemplang dan kerupuk, bukan berarti Agus juga berjalan kaki dari rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Pagelaran menuju Tanggamus.

Ia diantarkan oleh keponakannya menggunakan sepeda motor dari Kecamatan Pagelaran, Pringsewu menuju Kabupaten Tanggamus.

Setibanya di Kabupaten Tanggamus, Agus pun diturunkan di Kecamatan Kota Agung.

Kecamatan Kota Agung menjadi titik awal perjalanannya menjajakan makanan ringan itu.

"Berangkatnya, tadi dianterin pake motor sama keponakan, terus ditinggalin. Saya keliling jualannya ke Gisting, Talang Padang, dan tadi juga ke Kota Agung," kisah Agus.

Kemplang dan kerupuk yang ia jual, didapatkannya dari produsen di wilayah Teluk Betung, Bandar Lampung.

"Kerupuk kemplangnya beli Rp 4.500 itu ngambil sendiri di Teluk Betung. Jualnya Rp 6.000," kata pria berkulit sawo matang itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved