Rektor Disandera Karyawan di Lampung
20 Polisi Ditarik Usai Kabar Rektor Disandera Karyawan di Lampung
Kapolsek Kedaton Kompol Atang Syamsuri buka suara terkait kabar rektor disandera karyawan di Institut Maritim Prasetya Mandiri, Bandar Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kapolsek Kedaton Kompol Atang Syamsuri buka suara terkait kabar rektor disandera karyawan di Institut Maritim Prasetya Mandiri, Bandar Lampung.
Sebelumnya beredar kabar bahwa terjadi rektor disandera karyawan di Institut Maritim Prasetya Mandiri.
Kabar rektor disandera karyawan tersebut menimpa Wilem Nikson Sitompul.
Namun, Kompol Atang Syamsuri menyatakan hal tersebut tidak benar adanya.
"Nyatanya tidak ada penyanderaan dan laporan kepada pihak kepolisian hanya membutuhkan bantuan saja," kata Kapolsek Kedaton Kompol Atang Syamsuri, Kamis (14/7/2023).
Baca juga: Kabar Rektor Disandera Karyawan di Lampung, Pihak Yayasan: Kami Bakal Tuntut
Baca juga: Breaking News Dugaan Rektor Disandera Karyawan di Bandar Lampung
Sebelumnya pihak penasihat hukum rektor meminta bantuan polisi untuk datang ke kampus.
Ada sekitar 20 personel yang dikerahkan dalam kejadian tersebut.
Namun kini, seluruhnya sudah ditarik.
Dia menambahkan, masalah yang terjadi adalah internal kampus.
Karena itu, bukan menjadi ranah kepolisian.
"Segala sesuatu yang terjadi harus dicari solusinya, jadi tidak ada penyaderaan," kata Atang.
Tuntut Penyebar Hoaks
Baca juga: ASKL Beri Pendamping Sopir Truk Bermuatan Kopi Terguling di Bypass Bandar Lampung
Baca juga: Truk Terguling di Bypass Bandar Lampung, Sopir Sempat Teriak Minta Tolong
Perwalian Yayasan kampus Institut Maritim Prasetya Mandiri bakal menuntut pihak yang menyebarkan isu rektor disandera karyawan.
Bambang Septiawan yang merupakan perwakilan dari pihak yayasan menegaskan kabar tersebut hoaks.
"Jadi hoaks berita dugaan penyanderaan itu, kami akan menuntut balik pelaporan tersebut," kata dia.