Curanmor di Bandar Lampung

Senpi Rakitan Didapat Pelaku Curanmor Asal Lampung Tengah dari Gadai Rp 1,5 Juta

Pelaku curanmor asal Lampung Tengah mengaku mendapatkan senjata api ilegal dari seseorang dengan cara digadai Rp 1,5 juta.

Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Senpi rakitan ilegal diamankan Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Senpi rakitan didapat pelaku curanmor asal Lampung Tengah dari gadai Rp 1,5 juta. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sabri, pelaku curanmor asal Lampung Tengah mengaku mendapatkan senjata api ilegal dari seseorang dengan cara digadai.

Menurut pelaku curanmor asal Lampung Tengah Sabri, orang tersebut menggadai senpi ilegal kepada dirinya dan rekannya yang masih buron seharga Rp 1,5 juta.

"Dapat (Senpi ilegal) dari kawan, gadai Rp 1,5 juta. Udah beberapa bulan ini saya bawa," terang Sabri kepada penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Namun begitu lanjut warga Kampung Haji Pemanggilan, Kecamatan Anak Tuha itu, ia tidak pernah menggunakan senpi ilegal itu untuk mengancam korbannya.

"Gak pernah kalau ngancam (korban) cuma buat jaga-jaga aja. Senpi itu yang bawa biasanya kawan (buron)," jelas Sabri.

Saat ini, senpi ilegal jenis revolver itu telah diamankan di Mapolresta Bandar Lampung sebagai barang bukti.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti tiga butir amunisi aktif dan kata kunci leter T yang digunakan pelaku untuk mencuri motor.

Kejar Satu Rekan Pelaku

Polisi masih kejar satu orang rekan Sabri, pelaku curanmor asal Lampung Tengah yang telah tertangkap.

Satu rekan pelaku Sabri menurut keterangan pelaku juga berasal dari Lampung Tengah.

Saat beraksi melakukan pencurian, pelaku Sabri berbagi peran dengan sang teman yang saat ini masih dalam pengejaran.

"Pelaku Sabri ini yang memegang senjata api, dan mengawasi situasi, sementara rekannya (buron) bertugas sebagai eksekutor," terang Kanit Ranmor Iptu A Saidi Jamil.

Sabri menjelaskan, pelaku Sabri sudah  kali beraksi di Bandar Lampung, dan semua motor curian mereka sudah dijual.

"Sudah tiga kali pelaku ini beraksi di Bandar Lampung. Modusnya dengan mengincar motor korban yang ada di parkiran dan di halaman rumah," jelas Kanit Ranmor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved