Berita Lampung

Warga Tulangbawang Tertarik Budidaya Magot BSF, Proses Panen Cepat dan Menjanjikan

Belatung maggot tersebut berasal dari serangga jenis lalat tentara hitam (Black Soldier Fly). Maggot sendiri saat ini sudah banyak dikenal masyarakat.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Candra Wijaya
Ibnu (29) warga Perumnas Talang Tembesu, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, budidayakan belatung maggot. Warga Tulangbawang tertarik budidaya magot BSF, proses panen cepat dan menjanjikan. 

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang - Budidaya belatung maggot BSF saat ini banyak digemari masyarakat, khususnya di Kabupaten Tulangbawang

Selain cepat dalam proses masa panen, biaya dan perawatan dari belatung maggot tersebut tidak terlalu rumit. 

Dengan lokasi dan biaya sederhana masyarakat bisa membudidayakan hewan ini.

Belatung maggot tersebut berasal dari serangga jenis lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).

Maggot sendiri saat ini sudah banyak dikenal masyarakat luas.

Baca juga: Diskes Metro dan YKWS Tinjau Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Metro Lampung

Baca juga: Direskrimum Polda Lampung Janji Transparan Ungkap Kasus Napi Anak Tewas di Lapas 

Khususnya bagi kalangan para peternak hewan.

Belatung dari lalat hitam ini banyak digunakan masyarakat untuk pemberian pakan ternak, baik burung, ayam dan Ikan.

Banyaknya manfaat tersebut membuat masyarakat tertarik untuk membudidayakan hewan itu. 

Hal ini juga dilakukan Ibnu (29), warga Perumnas Talang Tembesu, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, yang mulai membudidayakan maggot.

Dirinya mengungkapkan baru dua bulan mulai menggeluti usaha lalat tentara hitam BSF tersebut.

"Sekitar dua bulan lebih saya memulai membudidayakan lalat tentara hitam atau maggot ini," jelas Ibnu kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (20/7/2022).

Untuk dalam proses penjualan pun maggot ini mudah untuk di pasarkan. Karena banyak pengepul yang berminat membeli hingga berton-ton banyaknya.

"Untuk proses penjualan sendiri cukup mudah, karena banyak pengepul yang siap membeli maggot ini," kata Ibnu.

Menurutnya, pemeliharaan yang mudah dan praktis membuatnya cepat berkembang dalam proses budidaya.

"Dari proses telur hingga menjadi baby maggot, hanya perlu menunggu waktu 3 sampai 5 hari saja," ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved