UMKM Lampung

Pelihara Belatung Maggot, Warga Tuba Lampung Dapat Penghasilan Rp 2,8 Juta Setiap Panen

Ibnu warga di Tulangbawang Lampung budi daya belatung maggot BSF. Kini sekali panen dirinya bisa mendapatkan penghasil Rp 2,8 juta

Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Candra Wijaya
Ibnu, warga Menggala, Tulangbawang melakukan budi daya belatung maggot. Sekali panen dirinya bisa mendapatkan hasil Rp 2,8 juta. 

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang - Bagi sebagian orang, budidaya belatung maggot mungkin terdengar aneh. Tapi tidak bagi Ibnu (29), warga Perumnas Talang Tembesu, Menggala, Tulangbawang.

Sudah dua bulan dirinya menekuni budi daya belatung maggot BSF.

Ibnu pun berbagi cerita kepada tribun yang menyambangi kediamannya untuk melihat aktivitas budi daya belatung maggot miliknya pada Kamis (21/7) kemarin.

Dikatakannya, budi daya belatung maggot yang berasal dari serangga jenis lalat tentara hitam (black soldier fly) sangatlah menjanjikan.

Harga juga dari belatung maggot mencapai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kg.

Baca juga: Donasi Pembaca “Kompas” untuk Semangat Anak Panti Asuhan di Bandung

Baca juga: Pembangunan UMKM Center di PKOR Bandar Lampung, PKL Cemaskan Nasibnya

Tidak hanya itu, proses budi daya belatung maggot juga tidak susah. Dari proses telur hinga menjadi bayi maggot hanya memerlukan waktu 3-5 hari.

Sedangkan dari bayi maggot hingga siap panen hanya membutuhkan waktu 15-18 hari.

“Cara pemeliharaannya cukup mudah. Dari menetas hingga panen hanya butuh waktu 15 hari. Tapi kalau ingin membesarkan untuk jadi indukan butuh waktu 40 hari,” kata Ibnu.

Dikatakan Ibnu, pada panen pertama dirinya mampu menghasilan anakan manggot sebanyak 200 kg.

Pada panen kedua, ia mampu menghasilan 250 kg, dan untuk panen ketiga hasil yang didapatkannya 400 kg.

Dengan harga jual Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kg, dalam satu kali panen Ibnu bisa mendapatkan penghasilan Rp 1,4 juta hingga Rp 2,8 juta.

Untuk menjual belatung maggot pun tidaklah susah. Karena banyak pengepul yang siap menampung. Biasanya belatung maggot digunakan untuk pakan ternak, seperti burung, ayam, dan budidaya ikan.

Baca juga: Bali Bangkit Kembali: Dukungan Mahasiswa UMN pada Program Vaksinasi Pemerintah

Baca juga: Berita Lampung Terkini 21 Juli 2022, Kepala BPBD Bandar Lampung Meninggal hingga Adu Kambing Truk

“Bahkan pengepul siap untuk membeli dalam jumlah besar,” ucapnya kepada tribun sembari memperlihatkan budi daya belatung maggot miliknya.

Ibnu mengatakan, awalnya ia tertarik membudidayakan belatung maggot setelah mendapatkan penjelasan dari seorang temannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved