Berita Lampung
Ada 7.505 Ekor Ternak, Lampung Barat Butuh 7.000 Dosis Vaksin PMK
Lampung Barat butuh 7.000 dosis vaksin PMK supaya ideal karena terdapat 7.505 ekor ternak.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Pemkab Lampung Barat menyebut masih kekurangan stok vaksin untuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kebutuhan ideal vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lampung Barat sebanyak 7.000 dosis sesuai populasi ternak.
Sedangkan Pemkab Lampung Barat baru menerima 300 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat Yudha Setiawan diwakili Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Maarif.
“Idealnya itu 7000 dosis, di daerah sini ada sebanyak 7.505 populasi ternak sapi,” kata Maarif.
Baca juga: Lampung Timur Butuh 44.315 Vaksin PMK, Baru Terima 9.500 Dosis
Baca juga: Disnakkeswan Lampung Sebut Realisasi Vaksin PMK Capai 71,8 Persen, Target Juli 100 Persen
“Sedangkan yang sudah tervaksinasi kurang lebih baru 809 ekor sapi,” lanjutnya.
“Sehingga masih dibutuhkan alokasi dosis vaksin PMK yang cukup agar seluruh hewan ternak yang ada bisa tervaksinasi secara merata,” kata Maarif.
Kurangnya dosis vaksin yang dialokasikan tersebut dikarenakan daerah-daerah yang lain juga membutuhkan dosis vaksin.
Jadi bukan hanya Lampung Barat saja yang membutuhkan dosis vaksin PMK untuk hewan ternak ini.
"Tetapi memang yang membutuhkan vaksin PMK ini bukan hanya kita saja,” kata Maarif.
“Daerah lain juga membutuhkan, jadi kita menyesuaikan saja dengan alokasi yang diberikan oleh pusat,” tambahnya.
“Kami di sini hanya mengajukan usulannya saja untuk berapa yang didapat kita kembalikan keputusannya kepada pusat,” ucapnya.
Baca juga: Pemkot Metro Lampung Terima 700 Dosis Vaksin PMK
Baca juga: Samsat Lampung Barat Akan Hapus Data Kendaraan yang Tidak Bayar Pajak
Maarif menambahkan saat ini baru bisa melakukan vaksin ke hewan ternak sebanyak 20 dosis dari 300 dosis yang telah dialokasikan.
Sementara itu sisanya akan ditargetkan selesai pada akhir pekan ini.
Pihaknya memastikan hingga hari ini belum ada hewan ternak yang terinfeksi virus PMK.
Namun kewaspaddan harus tetap ada dan selalu mengantisipasi dengan memaksimalkan vaksinasi tersebut.
Para petugas medis sudah disiapkan untuk melakukan vaksinasi di masing-masing wilayah yang menjadi prioritas.
Misalnya seperti wilayah Lumbok Seminung, Suoh, Batu Brak, Belalau, BNS (Bandar Negeri Suoh) dan Air Hitam.
Hal itu disebabkan karena hingga saat ini capaian vaksinasi di enam wilayah tersebut terbilang masih rendah.
Virus PMK yang menyerang hewan ternak ini sekarang sudah mulai masuk ke beberapa Kabupaten yang ada di Lampung.
Untuk mencegah masuknya virus tersebut Pemkab Lambar telah menyiagakan petugas di beberapa pos.
Seperti Pos Lalu Lintas ternak yang berada di Pos Pinusan Kecamatan Sumber Jaya dan Pos Lalu Lintas Ternak yang ada di Kecamatan Sukau.
Dengan begitu pengawasan keluar masuknya hewan ternak terus diperketat.
Selain itu Pemkab Lambar melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan selalu turun ke lapangan untuk terus berupaya mencegah penyebaran virus PMK ini.
"Kita selalu rutin melakukan sosialisasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) kepada peternak,” kata Maarif.
“Melakukan desinfeksi kandang ternak, investigasi serta monitoring ternak secara keseluruhan,” lanjutnya.
“Jadi kita benar-benar memaksimalkan upaya pencegahan agar virus yang mengancam hewan ternak ini agar tidak masuk ke wilayah kita sehingga tidak merugikan para peternak," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra)