Berita Lampung

Pemprov Lampung Upayakan Peningkatan Produksi Kedelai Lokal Melalui Program Perluasan Tanam

Pemprov lampung dorong peningkatan produksi kedelai guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Dorong perluasan tanam.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Dedi Sutomo
Tribunnews.com/Doc Kementan Agency
Pemprov Lampung dorong peningkatan produksi kedelai lokal melalui program perluasan tanam. Setidaknya ada 10 ribu hektar lahan di Lampung potensi untuk ditanam kedelai. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung berupaya meningkatkan produksi kedelai lokal.

Guna mewujudkan target tersebut, salah satu upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan lahan potensial untuk tanaman kedelai.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung Kusnardi mengatakan, upaya meningkatkan produksi kedelai lokal itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Pasalnya, fluktuasi harga kedelai kerap kali menjadi persoalan, terutama bagi industri tahu, tempe, dan olahan berbahan dasar kedelai.

Kusnardi menyebut, banyak lahan di Lampung yang potensial untuk pengembangan tanaman kedelai.

Baca juga: Harga Kedelai Tinggi, Pengrajin Tempe di Mesuji Lampung Bakal Dapat Subsidi

Baca juga: Kementan Pastikan Stok Komoditas Bawang hingga Kedelai di Lampung Aman

“Secara data, ada sekira 10 ribu hektar lahan di Lampung potensial untuk pengembangan tanaman kedelai,” kata dia, Sabtu (13/8/2022).

Menurutnya, lahan-lahan tersebut tersebar di daerah kabupaten yang ada di Lampung.

Dikatakannya, lahan untuk tanaman kedelai ini bisa disilang dengan tanaman jagung.

“Jadi, jika tidak ditanam jagung, maka ditanam kedelai.  Jadi petani tidak hanya tergantung dengan jagung,” ungkapnya.

Karenanya, lanjut Kusnardi, pemprov Lampung mendorong perluasan tanaman kedelai di daerah kabupaten/kota yang memiliki lahan yang bisa dioptimalkan.

Apalagi, hasil produksi tanaman kedelai cukup menjanjikan. Hasil panen bisa mencapai 2,5 ton per hektar.

Kusnardi mengatakan, jika mampu mengoptimalkan lahan untuk tanaman kedelai, maka Lampung tidak akan lagi tergantung pada impor kedepannya.

Baca juga: Harga Kedelai Mahal, Gubernur Arinal Harap Petani Tingkatkan Produksi Kedelai Lokal

Baca juga: Harga Kedelai Meroket Minyak Goreng Langka, Pengrajin Tahu di Pringsewu Menjerit

“Bahkan produksi kedelai kita juga bisa untuk memenuhi kebutuhan daerah lainnya,” terang dirinya.

Diakuinya, saat ini para pelaku industri tahu, tempe, dan produk lainnya yang berbahan baku kedelai lebih suka dengan impor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved