Berita Lampung

Menggerakkan Sumber Inovator Nasional Berbasis Neuroleadership (Bagian 1)

Prof Dr Taruna Ikrar menegaskan, dibutuhkan pemimpin hebat yang berasal dari kampus atau dari universitas untuk menanggapi pesatnya kemajuan.

dok. istimewa
Ketua Konsil Kedokteran KKI dan Direktur IAMRA Prof. Dr. Taruna Ikrar dalam orasi ilmiah, wisuda Diploma, Sarjana S1, S2, S3, Universitas Malahayati, Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ketua Konsil Kedokteran KKI dan Direktur IAMRI Prof Dr Taruna Ikrar memberi orasi ilmiah wisuda Diploma, Sarjana S1, S2, S3, di Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Dalam orasinya, Prof Dr Taruna Ikrar menegaskan, dibutuhkan pemimpin hebat yang berasal dari kampus atau dari universitas untuk menanggapi pesatnya kemajuan Indonesia.

Kami membagi orasi ilmiah yang disampaikan Prof Dr Taruna Ikrar menjadi dua bagian. Berikut bagian 1 orasi ilmiah yang disampaikan Prof Dr Taruna Ikrar di hadapan para wisudawan Universitas Malahayati, Bandar Lampung

Indonesia merupakan Negara yang sangat besar dengan luas wilayah yang membentang dari antara dua samudera (Samudara Pasifik dan Hindia).

Serta berada di antara dua benua (Benua Asia dan Australia) dan terdiri dari lebih 17 ribuan pulau, dan didiami oleh ratusan etnis atau suku yang berbicara dalam banyak bahasa yang berbeda-beda. Demokrasi Indonesia saat ini berada dalam tahap perkembangan yang positif dan layak diapresiasi.

Baca juga: Rumah Dokter di Bandar Lampung Ikut Digeledah KPK

Baca juga: Kunker ke Lampung, Ombudsman RI Teken MoU dengan Pesawaran dan Universitas Malahayati

Pendapat ini merujuk beberapa realitas politik seperti pelaksanaan pemilu yang demikian berkembang mulai pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan akhirnya pada tingkat nasional, yang berlangsung relatif aman dan terkendali, tanpa menimbulkan gejolak atau kekerasan dan tidak membawa kekacauan.

Selanjutnya dari segi ekonomi, juga mengalami kemajuan yang luar biasa. Bahkan Indonesia akan menjadi perekonomian keempat terbesar dunia pada 2050, melonjak dari posisi kedelapan pada 2016.

Sebelum sampai pada posisi itu, Indonesia akan berada pada posisi kelima pada 2030. Prediksi ini ditulis oleh satu perusahaan konsultan terkemuka dunia, Price Waterhouse Coopers (PWC), yang antara lain mengutip data dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Menurut PWC, pada 2016 Produk Domestic Bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar US$3 triliun, dan akan melonjak menjadi US$5,4 triliun pada 2030 dan US$10,5 triliun pada 2050. Pada 2030 perekonomian Indonesia akan menggeser posisi Rusia dan Brazil, dan pada 2050 akan menggeser posisi Jepang.

Tiga negara yang akan lebih besar dari Indonesia berturut-turut adalah China, India, dan Amerika Serikat.

Baik dari segi demokrasi dan ekonomi, demikian pula dalam semua sektor kemajuan Indonesia, sangat ditentukan oleh kepemimpinan. Kepemimpinan diharapkan berasal dari Kampus, karena kampus melahirkan para sarjana, para master, doctor yang maha terpelejar.

Untuk menggapai kemajuan pesat tersebut dibutuhkan pemimpin yang hebat yang berasal dari kampus, dari universitas. Artinya para pemeimpin yang hebat ini, karena dilandasi kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi dan profesionalisme, serta ketulusan dalam mengawal pembangunan, menggapai Indonesia yang dicita-citakan.

Baca juga: Mahasiswa Malahayati Sedang Magang di Klinik Bersalin Jadi Korban Curanmor di Sukarame

Kepemimpinan Inovator Nasional tersebut, dapat dilihat dalam perpektif neurosains yang disebut Neuroleadership.

Growth Mindset

Fakta ilmiah ini memberi harapan baru di hampir seluruh lini hidup manusia, termasuk dalam dunia kepemimpinan. Jika satu individu bisa belajar dan berkembang tanpa batas, demikian halnya sebuah komunitas, organisasi, atau bahkan sebuah bangsa.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved