Rektor Unila Ditangkap KPK

Jihan Nurlela Sebut Tak Bijak jika Lulusan FK Unila Dikaitkan Kasus OTT Karomani

Operasi Tangkap Tangan alias OTT KPK terhadap mantan Rektor Unila, Karomani, membuat para lulusan Fakultas Kedokteran atau FK Unila diterpa isu miring

Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Foto ilustrasi, anggota DPD RI asal Lampung Jihan Nurlela. OTT KPK terhadap mantan Rektor Unila, Karomani, membuat lulusan FK Unila diterpa isu miring. Satu di antara lulusan FK Unila, Jihan Nurlela, yang juga sebagai anggota DPD RI, menyebut, tak fair jika menuding lulusan FK Unila tak memiliki kompeten lantaran kasus yang menjerat Karomani. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Operasi Tangkap Tangan alias OTT KPK terhadap mantan Rektor Universitas Lampung atau Unila, Karomani, membuat lulusan Fakultas Kedokteran atau FK Unila diterpa isu miring.

Imbas OTT KPK terhadap Karomani tersebut, banyak yang mempertanyakan lulusan FK Unila yang kini telah berprofesi menjadi dokter.

Satu di antara lulusan FK Unila, Jihan Nurlela, yang juga sebagai anggota DPD RI, angkat bicara mengenai isu miring tersebut.

Menurut Jihan Nurlela, tidak fair rasanya jika menuding lulusan FK Unila tak memiliki kompeten lantaran kasus yang menjerat Karomani.

"Dokter adalah tenaga profesional yang dalam proses pendidikannya melalui banyak sekali tahap pembelajaran dan ujian kompetensi yang ketat."

Baca juga: KPK Geledah Rumah Andi Desfiandi di Perumahan Kedamaian Mansion Tanpa Sita Barang Bukti

Baca juga: Rumah Dokter di Bandar Lampung Ikut Digeledah KPK

"Di dalam masa pendidikan pra-klinik, kami belajar dengan sistem yang berbeda dengan mahasiswa jurusan lain, dan sistem yang diterapkan adalah sistem terbaik yang menunjang para mahasiswa."

"Terutama untuk menjadi mahasiswa yang siap dalam melanjutkan pendidikan profesi (koas atau ko-asisten)," ucap Jihan Nurlela, dalam siaran persnya kepada Tribunlampung.co.id, Minggu, 28 Agustus 2022.

Dilanjutkannya, proses panjang yang dijalani mahasiswa kedokteran kemudian menentukan mutu lulusan FK Unila.

"Setelah koas pun kami tidak lantas lulus begitu saja di jenjang kampus, jika tidak berhasil lulus ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) di level nasional."

"Jadi, banyak sekali tahapan penyaringan untuk menjadi seorang profesional dokter."

"Jika pun ada mahasiswa yang masuk dengan jalur yang tidak sesuai, dia pasti akan kesulitan melalui proses ini," tegas wanita yang juga kini berprofesi sebagai dokter tersebut.

Karena itu, Jihan mengimbau, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan isu miring yang berkembang tersebut.

"Untuk seluruh masyarakat luas, percayalah guru-guru dan lingkungan civitas FK Unila sangat disiplin dalam mendidik para mahasiswanya menjadi dokter yang profesional melayani masyarakat," sebut Jihan Nurlela.

Karena itu, Jihan menilai, sangat tidak relevan mengaitkan OTT KPK terhadap Karomani dengan kualitas lulusan FK Unila.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved