Berita Terkini Nasional

35 Oknum Polisi Langgar Kode Etik, 7 Tersangka dan 3 Diberhentikan dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Polri menetapkan 35 oknum langgar kode etika, di dalamnya ada 7 tersangka dan 3 sudah diberhentikan tidak dengan hormat.

Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Tribunnews
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo jelaskan 35 oknum anggota Polri lakukan pelanggaran kode etik dalam perkara pembunuhan Brigadir J. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Inspektorat khusus Polri menyatakan sampai saat ini ada 35 anggota Polri diduga melakukan pelanggaran etik dalam perkara pembunuhan Brigadir J.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, dari 35 anggota karena pelanggaran kode etik tersebut sudah ada tujuh anggota yang ditetapkan jadi tersangka dalam perkara pembunuhan Brigadir J.

Selanjutnya dari tujuh anggota Polri yang ditetapkan jadi tersangka disebabkan pelanggar kode etik di perkara pembunuhan Brigadir J, tiga anggota telah diputuskan pemberhentian tidak dengan hormat.

Ketiganya yakni mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.

Lalu Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo untuk tindakan menghalangi proses penyidikan (obstraction of justice), seperti perusakan closed circuit television (CCTV) dan handphone.

Baca juga: Polri Putuskan 1 Lagi Anggota Diberhentikan Tidak Dengan Hormat dalam Perkara Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus Ikut Sambut Kedatangan Presiden RI

Dedi menjelaskan, Polri masih terus melakukan penyidikan dan menggelar sidang komisi kode etik Polri (KKEP) terhadap para tersangka dan anggota yang melanggar kode etik.

"Ini masih punya tanggungan akan menyidangkan lagi 28 orang lagi pelanggaran kode etik dengan klasifikasi secara teknis dari Pak Karo Wabprof yang akan mengetahui," kata Dedi saat ditemui awak media di Gedung TNCC Mabes Polri, Jumat (2/9/2022).

Dedi mengatakan, keseluruhan anggota Polri itu diduga terlibat dalam proses penghalangan penyidikan atau obstraction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Dedi Prasetyo, mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo (BW) Wibowo telah diberi sanksi dalam sidang komisi kode etik Polri (KKEP).

Sidang putusan kode etik terbaru memutuskan Kompol Baiquni Wibowo sebagai tersangka obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Kompol Baiquni Wibowo diberikan sanksi etika serta administratif.

Sanksi administrasi yang diterima Kompol Baiquni Wibowo, yakni diberhentikan tidak dengan hormat dari keanggotaan Polri.

Baca juga: Polda Lampung Amankan 8 Pelaku Penimbun BBM Subsidi, BB 10 Ton Lebih Solar

Baca juga: Berita Lampung Terkini 2 September 2022, Dua Bulan Polda Lampung Tangkap Enam Pelaku Narkoba

"Sanksi etika, yaitu perilaku pelanggaran sebagai perbuatan tercela."

"Sanksi administrasi, berupa penempatan selama 23 hari di ruangan patsus Biro Provos Polri. Kedua, pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari anggota kepolisian," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo saat keterangan pers di Bareskrim Polri.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved