Rektor Unila Ditangkap KPK

Pengacara Mantan Rektor Unila Karomani, Klaim Kantongi Nama-nama Penyuap

Ahmad Handoko merupakan penasehat hukum dari mantan Rektor Unila Karomani, sudah bertemu dengan kliennya yang jadi tahanan KPK.

tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Pengacara mantan Rektor Unila Prof Karomani, Ahmad Handoko (kanan) dan Resmen Kadafi saat diwawancarai awak media di Graha Wangsa. Klaim mengantongi nama-nama penyuap rektor. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengacara Pasehat Hukum Ahmad Handoko mengaku telah mengantongi nama-nama penyuap mantan Rektor Unila Karomani hingga terkena Operasi Tangkap Tangan atau OTT KPK.

Ahmad Handoko merupakan penasehat hukum dari mantan Rektor Unila Karomani. Dia mengaku sudah bertemu dengan kliennya yang sedang menjalani tahanan Rutan Gedung Merah Putih KPK.

Mantan Rektor Unila Karomani menjadi tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri pada 20 Agustus 2022.

Atas pertemuannya itu, Ahmad Handoko sudah mendapatkan nama-nama penyuap mantan Rektor Unila Karomani

"Tapi kami belum bisa menjelaskan itu, sebelum klien kami diperiksa sebagai tersangka di KPK," kata Ahmad Handoko, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Presiden Jokowi ke Bandar Lampung, Pedagang hingga Tukang Becak Ketiban Berkah BLT

Baca juga: Mahasiswa Unila dan Itera Kolaborasi Raih Emas Kompetisi OBC 2022

Dikatakan Ahmad, saat ini kondisi kliennya sehat. Pihaknya tidak dapat menyampaikan materi karena mantan Rektor Unila Karomani belum diperiksa sebagai tersangka.

Menurut dia, saat ini pihaknya tinggal menunggu penyidik KPK terkait bagaimana kelanjutan mantan Rektor Unila Karomani

Ahmad Handoko mengungkapkan, barang bukti yang disita KPK ada sekitar Rp 7,5 miliar. Menurutnya, uang sebanyak itu dari banyak orang penyuap.

"Uang itu mempunyai ceritanya masing-masing. Nanti, itu akan dijelaskan oleh klien kami dalam pemeriksaan," kata Ahmad Handoko 

Sementara barang bukti uang itu ada yang terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, dan ada juga yang tidak terkait. 

Jadi uang yang disita itu bukan sepenuhnya dalam lingkup penerimaan mahasiswa baru. 

Ditambahkan oleh kuasa hukum Karomani lainnya, yakni Resmen Kadafi mengatakan bahwa sumber uang dari berbagai hal.

Baca juga: Unila dan Kemenpora RI Gelar Kuliah Penumbuhan Kewirausahaan

Baca juga: Kemendikbudristek Tunda Unila Sebagai Kampus PTNBH karena Rektor Unila Ditangkap KPK

Diantaranya seperti dari sumbangan, kemudian ada dari sumbangan untuk pembangunan masjid dan lain sebagainya. 

"Uang yang disita KPK itu, bukan sepenuhnya dalam lingkup penerimaan mahasiswa baru," kata Resmen 

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved