Berita Lampung
Berita Lampung Terkini 15 September 2022, Demo Mahasiswa di DPRD hingga Santri Tewas Usai Berkelahi
Di Lampung ada peristiwa ribuan mahasiswa dari Aliansi Lampung Memanggil gelar demo di DPRD hingga satu santri meninggal usai berkelahi sesama santri.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Banyak kejadian dan peristiwa yang terjadi di Provinsi Lampung selama hari ini, Kamis (15/9/2022).
Mulai dari peristiwa ribuan mahasiswa dari Aliansi Lampung Memanggil gelar demo di DPRD hingga satu santri tewas usai berkelahi dengan sesama santri di Ponpes Pesisir Barat.
Untuk lebih lengkapnya, inilah kompilasi enam peristiwa terhangat yang terjadi selama satu hari yang terkumpul dalam Lampung Terkini.
Baca juga: Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay dan Wagub Chuanunia Chalim Temui Peserta Unjuk Rasa
1. Ribuan Mahasiswa dari Aliansi Lampung Memanggil Gelar Demo di DPRD
Ribuan mahasiswa menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Provinsi Lampung, Kamis 15 September 2022.
Aksi unjuk rasa gabungan dari Aliansi Lampung Memanggil ini merupakan buntut dari kebijakan kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu lalu.
Juru bicara aksi, Putra mengatakan, jika pada aksi kali ini mahasiswa menyampaikan enam tuntutan.
Putra mengatakan, enam tuntutan itu adalah Menolak kenaikan harga BBM dan bahan pokok; Menolak Rancangan Undang-Undang KUHP; dan Mencabut Undang-Undang Cipta Kerja.
Lalu Menuntut transparansi dan melibatkan masyarakat dalam RUU Sisdiknas; Menolak tegas tindakan represif petugas keamaanan; serta Menolak semua kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat.
Putra mengatakan, pihaknya ingin sebisa mungkin massa aksi bisa masuk ke Gedung DPRD dengan tertib.
Namun karena tak bisa masuk ke komplek kantor DPRD Lampung, mahasiswa pun melakukan aksi bakar ban bekas.
Akhirnya Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay menemui pengunjuk rasa.
Pertemuan mediasi tersebut juga ikut dihadiri Wakil Gubernur Lampung, Chuanunia Chalim.
Dalam mediasi yang disebut sebagai sidang rakyat tersebut, massa aksi mendesak Ketua DPRD Provinsi Lampung untuk menandatangani tututan aspirasi mereka.
Mingrum mengatakan, jika pihaknya akan menandatangani tuntutan massa aksi selagi sesuai prosedur.