Rektor Unila Ditangkap KPK
Dekan Fakultas Kedokteran Unila Prof Dyah Buru-buru Pergi Usai Diperiksa KPK
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) Prof Dyah Wulan Sumekar bungkam ditanya awak media dan buru-buru pergi.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) Prof Dyah Wulan Sumekar bungkam saat ditanya awak media.
Prof Dyah Wulan Sumekar diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Polda Lampung, Kamis (15/9/2022).
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) langsung masuk mobil dinasnya, Prof Dyah Wulan Sumekar tidak jelaskan apa pun soal pemeriksaan KPK.
Awak media menanyakan bagaimana pemeriksaan yang dijalaninya sampai malam ini.
Namun wanita yang berjilbab abu-abu dengan batik hitam list hijau itu tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun.
Baca juga: Dekan Pertanian Unila Dicecar Penyidik KPK Pertanyaan Setebal 8 Halaman, Tidak Ada Cincai-cincai
Baca juga: Di Sela Pemeriksaan Pejabat Unila dan Penyidik KPK Bergiliran Menuju Masjid Mapolda Lampung
Dekan Dyah lebih memilih untuk cepat meninggalkan Mapolda Lampung dengan menaiki kendaraan dinasnya.
Dengan mobil Innova Reborn putih berpelat merah nopol BE1323BZ.
Dekan Dyah juga menutup rapat-rapat pintu mobilnya.
Lalu sopirnya juga dengan cepat menginjak pedal gas mobil untuk meninggalkan Mapolda Lampung.
Sang sopir mengatakan sudah jangan diwawancarai.
"Sudah-sudah ya," katanya.
Berbeda dengan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unila Prof Irwan Sukri Banuwa.
Baca juga: Aria Lukita Budiwan Bantah Dakwaan Jaksa soal Proyek Jembatan Pesisir Barat Lampung
Baca juga: Wujudkan Auditor Profesional, UIN Raden Intan Lampung Gelar Bimtek
Serta Dekan Fakultas Hukum Unila M Fakih yang jelaskan saat ditanya awak media.
Prof Irwan Sukri Banuwa kepada Tribun Lampung, mengatakan, penyidik KPK menanyakan seputar penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Unila, terutama Fakultas Kedokteran.
"Kalau di Faperta tidak ada permainan atau cincai-cincai, saya jawab pertanyaan KPK, kalau itu insya Allah tidak ada," kata Prof Irwan.
Dirinya mengaku dicecar puluhan pertanyaan setebal delapan halaman.
Prof Irwan Sukri Banuwa memasuki Mapolda Lampung dari pukul 10.00 WIB, dan baru selesai menjalani pemeriksaan pada 16.00 WIB.
Pertanyaan tersebut terkait PMB.
Dekan Fakultas Pertanian tersebut ditanya juga apakah tahu atau tidak penyebab mantan Rektor Unila Prof Karomani terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK.
Dia menjawab tidak tahu soal PMB Fakultas Kedokteran dan tidak ikut-ikutan, karena bukan termasuk panitia penerimaan.
"Saya jawab banyak yang tidak tahunya kepada penyidik KPK, karena tidak terlibat," kata Prof Irwan
"Saya duluan selesai diperiksanya, masih ada dekan lainnya (yang sedang diperiksa)," tambahnya.
Dia berharap pasca pemeriksaan Unila bisa lebih baik lagi, pulih dengan cepat dan bangkit lebih kuat.
"Alhamdulillah selesai kita, masih ada dekan lainnya sepertinya ada tujuh orang lagi," kata Prof Irwan.
Periksa Delapan Saksi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa delapan saksi atau pegawai terkait tindak pidana korupsi (TPK) di Mapolda Lampung.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri via WhatsApp, Kamis (15/9/2022), melalui pesan WhatsApp, mengatakan, hari ini
dilakukan pemeriksaan saksi TPK suap oleh penyelenggara negara, atau yang mewakilinya, terkait penerimaan calon mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) tahun 2022 yang menyeret mantan Rektor Unila Prof Karomani (KRM).
KPK memeriksa Tri Widioko, staf Pembantu Rektor I Unila (Heryandi).
Prof Dr Dyah Wulan Sumekar yang menjabat Dekan Fakultas Kedokteran, M Fakih Dekan Fakultas Hukum.
Lalu Prof Patuan Raja selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Kemudian Helmy Fitriawan selaku Dekan Fakultas Teknik. dosen Mualimin, dan Kepala Biro Perencanaan dan Humas Universitas Lampung Budi Utomo.
"Terakhir yakni Dekan Fakultas Pertanian Prof Irwan Sukri Banuwa," kata Ali Fikri.
(Tribunlampung.co.id/ Bayu Saputra)