Berita Lampung

Tips Cegah Kasus Mengakhiri Hidup dari Psikolog UPTD PPPA Pringsewu

Lina founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau yang juga Psikolog di UPTD PPPA Pringsewu memberikan tips untuk mencegah kasus mengakhiri hidup.

Penulis: Riana Mita Ristanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riana Mita Ristanti
Lina Madila Amir (41), founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau yang juga Psikolog di UPTD PPPA Pringsewu. Tips cegah kasus mengakhiri hidup dari Psikolog UPTD PPPA Pringsewu. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Lina Madila Amir (41), founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau yang juga Psikolog di UPTD PPPA Pringsewu menyebut 7 kasus mengakhiri diri di Pringsewu cukup berbahaya.

"Kalau dari Januari hingga September ini tedapat 7 kasus mengakhiri hidup artinya ini cukup berbahaya dan perlu diwaspadai," kata Lina kepada Tribun Lampung, Kamis (15/9/2022).

Oleh sebab itu, untuk mencegah kasus mengakhiri hidup di Bumi Jenama Secancan Lina memberikan beberapa tips.

Pertama yakni masyarakat untuk bertanya kepada pakarnya.

"Jangan self diagnose, tanyakan ke praktik psikolog terdekat. Ini bukan hanya untuk kasus mengakhiri hidup, semua hal harus ditanyakan ke orang yang memang pakar dalam bidagnya masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Pasar Murah Minyak Goreng Curah di Lampung Tengah, 400 Liter Lebih Terjual dalam 1 Jam

Baca juga: Psikolog Tanggapi Kasus Mengakhiri Hidup di Pringsewu, Lina: Jangan Bilang Lebay

Dengan penanganan yang tepat dengan orang yang memang ahli dalam bidangnya, tentunya akan lebih efektif.

"Kalau pergi ke psikolog jagan takut dibilang gila, itu stigma yang salah," tegasnya.

Kemudian, lanjut Lina, masyarakat diminta cerdas bermain gadget.

"Jangan nonton youtube terus merasa yang ditonton iti benar, di sosial media itu semua bisa uploud, semua harus kembali ke ahlinya," ujarnya.

Lina juga mengungkapkan, peran orangtua terhdap pengawasan anak dalam bermain gadget juga sangat diperlukan.

Orangtua diminta untuk lebih mendekatkan diri kepada anak.

Apabila anak sudah mengalami perubahan sikap yang signifikan, maka perlu adanya pendekatan.

"Jangan sampai anak merasa sendiri dan tidak punya tempat bercerita, kita sebagai orang terdekatnya harus bisa memahami. Setidaknya dengarkan dulu dia berbicara apa," ujarnya.

Selanjutnya, Lina mengimbau masyarakat untuk mencari circle yang baik dan positif.

"Sebab circle itu sangat memperngarui diri kita, oleh karana itu pilih teman yang baik, lingkungan yang positif," ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved