Berita Lampung

BKKBN Lampung Bentuk Dahsat Upaya Turunkan Jumlah Stunting di Way Kanan

BKKBN Lampung membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) di Kabupaten Way Kanan untuk menekan jumlah stunting.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok. BKKBN Lampung
Dinas PPPAPPKB Kabupaten Way Kanan dan Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) DPD Lampung latih ibu rumah tangga untuk pengolahan makanan bergizi cegah stunting. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Lampung membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) di Kabupaten Way Kanan.

Dalam Dahsat itu, BKKBN Lampung tergabung dengan instansi lintas sektoral guna memberdayakan masyarakat untuk atasi stunting di Way Kanan.

BKKBN Lampung berharap terbentuknya Dahsat dapat menurunkan angka stunting dan bersinergi dalam program pembangunan keluarga berencana di Way Kanan.

Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Sri Rejeki dalam rilis yang diterima Tribun Lampung, Jumat (23/9/2022) Dahsat ini upaya untuk menurunkan angka stunting.

 Hal ini dalam rangka membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang.

Baca juga: Kejari Pesawaran Bentuk Rumah Keadilan Restoratif di 144 Desa

Baca juga: Satpol PP Pringsewu Buka Layanan Pengaduan Gangguan Kamtibmas via Online 

Termasuk bersama lintas sektor menggelar kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat (pokmas) di Kampung KB (Keluarga Berencana) di Way Kanan.

Dijelaskan oleh Sri bahwa Dahsat ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.

"Semua ini yang memiliki catin, bumil, busui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu," kata Sri.

Makanya melalui pemanfaatan sumberdaya lokal termasuk bahan pangan lokal dengan pembentukan Dahsat ini dalam rangka tercapainnya tujuan terbentuknya kampung KB yang berkualitas.

Harapan Dahsat ini bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui keterpaduan program pembangunan keluarga.

Lalu kependudukan dan KB dengan program stake holder terkait.

Sehingga diperoleh model Kampung KB yang terbaik di setiap kabupaten atau kota dengan tujuan hal tersebut dapat direplikasi oleh kampung KB lainya. 

Baca juga: Mantu Palsukan Data Mertua untuk Pinjam Dana Bank, Polda Lampung Tempuh Restorative Justice

Baca juga: Cegah Pengecoran BBM Subsidi di Tulangbawang, Kendaraan Bertangki Modifikasi Jadi Target

Sementara itu Camat Kecamatan Baradatu Desta Budi Rahayu menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya kegiatan tersebut

"Seringkali kita beranggapan, bahwa mengkonsumsi makanan sehat itu mahal," kata Desta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved