Rektor Unila Ditangkap KPK

Prof Karomani Sebut Nama-nama Penitip dalam BAP KPK

Penasehat hukum mantan Rektor Unila Prof Karomani, Resmen Kadapi, kliennya sudah sebutkan nama-nama penitip calon mahasiswa dan sesuai dengan BAP. 

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Tangkapan layar Instagram KPK @official.kpk
Mantan Rektor Unila Prof Karomani (kiri), bersama dengan mantan Ketua Senat Unila M Basri (kanan) dan penyuap atau pihak swasta Andi Desfiandi (tengah) saat akan dihadirkan dalam konferensi pers beberapa waktu lalu di Gedung Merah Putih KPK. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Penasehat hukum mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Karomani, Resmen Kadapi menyatakan kliennya sudah sebutkan nama-nama penitip calon mahasiswa agar dimasukan ke kampus Unila.

Hal itu dijelaskan Resmen Kadapi penasehat hukum mantan Rektor Unila Prof Karomani kepada Tribun Lampung, Minggu (25/9/2022).

Resmen Kadapi sebagai penasehat hukum minta agar mantan Rektor Unila Prof Karomani terbuka pada penyidik KPK tentang siapa saja yang menitipkan calon mahasiswa dalam penerimaan mahasiswa baru 2022.

"Jadi Prof Karomani kepada kami penasehat hukumnya telah menyampaikan kalau siapa yang menitipkan kepada kliennya sudah disampaikan kepada para penyidik KPK," kata Kadapi.

Ia menjelaskan, kalau kliennya yakni Prof Karomani sudah menyebut semua nama-nama, pihak-pihak yang menitip kepadanya.

Baca juga: Road To London Fashion Week, Wardah Lampung Adakan Local Fashion Brand di Transmart

Baca juga: Dapatkan 4 Penghargaan, Ketua Bawaslu Bandar Lampung: Jadi Motivasi untuk Lebih Baik Lagi

Dan itu memiliki hubungan hukum di dalam BAP (berita acara pemeriksaan) oleh penyidik KPK.

Dirinya meminta kepada kliennya untuk menyampaikan apapun kepada penyidik KPK dengan sejelas-jelasnya.

Serta apapun yang dirasakan dan dilihat serta didengar secara langsung maka harus disampaikan oleh penyidik KPK secara gamblang.

Kadapi mengaku saat ini kliennya Prof Karomani sedang sibuk menulis untuk persiapan membuat buku.

Sementara itu, kliennya yang lain yakni pemberi suap Andi Desfiandi mengatakan bahwa penasehat hukum saat ini masih menunggu informasi dari KPK.

Karena secepatnya akan ada untuk pelimpahan berkas Andi Desfiandi dalam waktu dekat ini.

"Jadi pelimpahan dari jaksa KPK kepada pengadilan," kata Kadapi.

Baca juga: KPK Terus Telusuri Kasus Mantan Rektor Unila Karomani

Baca juga: Kasus Dugaan Suap di Unila, KPK Sebut Karomani Punya Orang Kepercayaan

Pelimpahan ini sering disebut P21 atau tahap dua untuk disidangkan oleh majelis hakim.

Jadi tinggal dilihat saja apakah pihak-pihak tersebut akan diperiksa oleh penyidik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved