Berita Lampung

190 Kasus DBD di Tanggamus, Diskes Berharap Masyarakat Bantu Berantas Sarang Nyamuk

Tercatat pada bulan Juli 2022 lalu kasus DBD di Kabupaten Tanggamus mencapai 160 kasus dan menyebabkan 1 orang meninggal.

Penulis: Dickey Ariftia Abdi | Editor: Reny Fitriani
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi - 190 kasus DBD di Tanggamus, Diskes berharap masyarakat bantu berantas sarang nyamuk. 

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Kembali terjadi peningkatan kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Tanggamus.

Tercatat pada bulan Juli 2022 lalu kasus DBD di Kabupaten Tanggamus mencapai 160 kasus dan menyebabkan 1 orang meninggal. 

Sampai pada akhir bulan September ini peningkatan kasus DBD di Kabupaten Tanggamus telah mencapai 190 kasus.

Tribun Lampung mengkonfirmasi langsung terkait kasus peningkatan DBD di Kabupaten Tanggamus kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. 

Johan selaku Koordinator Pengumpulan Data Diskes Tanggamus mewakili Kadis Dinas Kesehatan mengiyakan adanya peningkatan kasus DBD ini. 

Baca juga: Motor Curian di Bandar Lampung Dijual lewat Medsos dengan COD 

Baca juga: Oknum ASN KDRT di Lampung Barat Divonis 8 Bulan, Kuasa Hukum Korban: Kami Sangat Kecewa

Ia mengatakan salah satu faktor terjadinya peningkatan ini karena Kabupaten Tanggamus sekarang sering diguyur hujan. 

"Karena meningkatnya kasus DBD ini kan karena musim penghujan juga," katanya. 

Kemudian ia mengungkapkan, hal ini terjadi karena masih banyaknya tempat perindukan nyamuk di sekitar rumah masyarakat. 

Tempat yang dapat menjadi perindukan nyamuk itu sendiri antara lain kaleng bekas maupun ban bekas yang ada di sekitar rumah.

Johan menambahkan, mobilitas tinggi dari masyarakat juga dapat mempercepat penyebaran DBD ini. 

Dari mobilitas masyarakat yang tinggi tersebut masyarakat yang berpergian kedaerahan yang menjadi tempat endemis penyakit ini bisa jadi membawa virus DBD tersebut. 

Ia juga mengaku, Diskes Tanggamus juga sudah melakukan upaya untuk menekan perkembanganbiakan nyamuk aides aegypti ini. 

"Untuk penyuluhan masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk secara bersama-sama," ungkap Johan. 

Ia berharap, masyarakat dapat membantu dalam hal pemberantasan sarang nyamuk atau tempat perindukan nyamuk itu sendiri. 

Tanpa bantuan dari masyarakat program ini akan sulit dilakukan dan tidak akan berjalan dengan semestinya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved